Pendakian Santai Gunung Galunggung : Camping Ceria di Miniatur Rinjani nya Jawa Barat

Gunung Galunggung merupakan gunung berapi yang memiliki ketinggian 2167 Mdpl yang terletak 17 kilometer dari pusat kota Tasikmalaya. Gunung Galunggung pernah meletus pada tanggal 5 mei 1982 sampai 8 Januari 1983 atau selama 9 bulan lamanya dengan skala Volcano Explosivity Index (VEI) mencapai 4. Sebetulnya pendakaian gue ke Gunung Galunggung ini adalah satu rangkaian dengan pendakian gue ke Gunung Guntur pas lebaran ke-3 itu. Oke deh langsung aja cekidot ke ceritanya ya!


Pendakian gue ke Gunung Galunggung merupakan pendakian kedua setelah pendakian pertama kita ke Gunung Guntur. Bisa dibilang, pendakian ini merupakan pendakian double G karena kita mendaki Gunung Guntur dan Gunung Galunggung. Masih sama dengan personil waktu ke Gunung Guntur, yaitu si Mamat dan Ade. Setelah kita sampai di basecamp Bu Tati kembali pada hari Jumat, 30 Juni 2017, kita melanjutkan perjalanan kembali untuk mendaki gunung kedua yaitu Gunung Galunggung yang ada di Tasikmalaya.

Untuk menuju Gunung Galunggung, dari basecamp Bu Tati, kita pake ojek tujuan Terminal Guntur dengan tarif 30ribu per orang. Sesampainya di sana, kita lanjutkan naik bus tujuan Singaparna karena kalo dari Garut ke Gunung Galunggung lebih dekat dari Singaparna. Dengan tarif bus 35ribu, sekitar jam setengah 4 sore kita berangkat dari Terminal Guntur Garut menuju Singaparna. Singkatnya, perjalanan sekitar 1 setengah jam atau jam 5 sore, kita tiba di Terminal Singaparna.

Sial buat kita, ternyata angkot terakhir dari Singaparna tujuan Gunung Galunggung sudah berangkat jam setengah 5 sore, alhasil kita pake jasa ojek buat kesana. Singkatnya setelah tawar menawar yang sangat alot, kita dapat harga 65ribu sudah di antar sampai anak tangga kawah Gunung Galunggung, jam setengah 6 sore pun kita berangkat. 

Kita tiba di anak tangga Kawah Gunung Galunggung jam setengah 7 malem atau 1 jam perjalanan dari Terminal Singaparna. Untuk camp, kita perlu membayar 10ribu per orangnya. Oh ya untuk menuju camp area yang berada di kawah, bisa melalui dua jalur yaitu lewat anak tangga atau jalan setapak. Kita waktu itu pilih jalan setapak karena lebih landai dan gak capek.


Memulai Pendakian Santai 30 Juni 2017
Etape Mushola - Camp Area Kawah

Kita mulai mendaki jam setengah 8 malem lewat jalur setapak. Ternyata kata orang-orang itu bener, lewat jalur setapak itu landai coy, eh tapi gak landai banget, ada nanjaknya juga tapi manja gitu deh dan jalurnya sangat jelas. Hanya perlu waktu 10 menit kita tiba di bibir kawah bagian atas. Dari bibir kawah, kita harus menuruni tebing yang mengingatkan gue seperti turun ke Danau Segara Anak Rinjani. Tepat jam 8 malem kita tiba di camp area yang luassssssss banget.

Camp area di kawah itu luas, bisa muat ratusan tenda dan tersebar sepanjang danau kawah. Waktu itu gue jalan terus sampe deket sumber air. Nah pas kita sampe di ujung, cuma ada 3 tenda aja lho. Saat itu juga kita bangun tenda karena tanah yang sangat landai, bener-bener di pinggir danau, pokoknya kuy banget suasananya. Untuk tingkat kedinginan, gunung ini gak begitu dingin juga, wong gue pake celana pendek tidurnya lho. Setelah tenda beres, kita masak-masak pastinya sambil menikmati simfoni semesta yang merdu. Setelah itu baru kita teruskan untuk tidur deh!

*PS Mohon maaf gambarnya kurang banyak dari awal berangkat ke Gunung Galunggung hingga kita diriin tenda, soalnya full malem cuy.



Memulai bulan baru 1 Juli 2017
Menikmati Keindahan Gunung Galunggung, Miniatur Rinjani Jawa Barat

Kita bangun tepat jam setengah 6 pagi, suhu sangatttt sejuk, ga dingin sama sekali. Tapi sayang, waktu itu kabut tebel banget menyelimuti Gunung Galunggung. Karena kita akan pulang dari Tasik ke Jakarta siang ini juga, maka pas bangun kita langsung membuat sarapan. Nah untuk sumber air, Gunung Galunggung ada sumber air yang sumpah jernih dan seger banget.

Buka tenda view nya begini

Kabut lembut

Aliran sungai air tawar

Sumber airnya, segerrr parah soalnya ngucur dari dalem tanah

Tenda kita
Syahdu banget, padahal uda jam 7an
Di puncak bendera

View dari puncak bendera



Setelah menunggu cukup lama, harapan sekiranya dapet pemandangan yang aduhai sepertinya pupus. Jam 8 pagi kita pun packing ulang mengingat kita harus pulang dari Tasik ke Jakarta pake bus siang ini karena Senin kita sudah back to work. Alhamdulillah, ketika kita packing, semesta mendukung cuk! Tiba-tiba kabut yang awalnya tebel banget nutupin Gunung Galunggung, perlahan memudar dan memperlihatkan panorama Gunung Galunggung yang sangat indah!

Gue sempet berfikir, gunung ini bener-bener mirip Gunung Rinjani. Kita camping di antara tebing-tebing dan di pinggir danau, layaknya berada di Danau Segara Anak dengan tebing Rinjani yang aduhai banget. Nah pas selesai packing, cuaca berubah jadi panas terik dengan panorama yang Masya Allah. Liat aja ni fotonya ya!

Pas packing, pas banget kabutnya ilang

Cerah merona

Tebingnya itu lho, mengingatkan gue akan Rinjani

Santai sejenak lur

Eaaaa

Trio gendeng

Alhamdulillah kesabaran kita untuk menunggu gunung ini cerah terbayarkan. Bener-bener ajib dah meskipun kita cuma menikmati setengah jam aja, soalnya tepat jam setengah 9 pagi kita sudah meninggalkan Gunung ini.

Pulang mennn



Perjalanan pulang ini mengingatkan gue lagi sama Rinjani. Kita memang mau turun, tapi karena kita camping di dasar kawah, jadi kita kudu nanjak lagi menuju bibir atas kawah dan jalurnya lumayan curam tapi gak perlu waktu lama. Selama 20 menit kita nanjak sambil banyak istirahat saking panasnya, akhirnya kita sampe di pinggir kawah. Nah di pinggir kawah ini, pemandangannya super ajiiip. Luasnya kaldera Gunung Galunggung dan tebing-tebingnya bener-bener panorama yang gak ada duanya. Menurut gue, gunung ini merupakan gunung yang ciamik banget yang ada di Jawa Barat. Ciamik buat jalan-jalan lucu untuk menikmati gunung ini di bibir kawah tanpa camp atau camp di dasar kawah sambil menikmati tebing tinggi dari bawah.

Di pinggir kawah

Banyak yang dagang, secara di bibir kawah adalah kawasan wisata

Tugu erupsi Gunung Galunggung
Bisa dibilang ini adalah Rinjani nya Jawa Barat
Nah perjalanan turun kita lewat tangga yang katanya si ada 620 anak tangga. You know what, turun lewat tangga itu nyiksa banget bre! Apa lagi kita bawa beban, di liat banyak banget sama wisatawan rasanya aneh banget. Buat gue, Gunung Galunggung ini adalah alternatif lain setelah gunung yang ada di Garut dan sangat cocok banget buat orang yang pertama kali mau menikmati alam, karena kontur pendakian di sini sangat ringan.



Turun coyyy

620 anak tangga, semangat yang naek!

Kita sampai di Mushola lagi tepat jam 10 pagi, langsung bersih-bersih, dilanjutkan jam setengah 11 siang kita turun ke pintu masuk TWA Gunung Galunggung dengan ojek bertarif 20ribu, dan beruntungnya kita langsung mendapatkan angkot tujuan Terminal Indihiang dengan tarif 15ribu saja. Beruntungnya lagi, sesampainya di Terminal Indihiang, setelah solat dzuhur kita dapet Bus Primajasa langsung ke Pool Cililitan. Rangkaian pendakian Double G yaitu Guntur dan Galunggung menjadi pendakian pertama double summit gue di gunung Jawa Barat yang menurut gue sangat keren!

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagaimana Caranya Kesini ?


  1. Buat kalian yang dari Jakarta, bisa pake bus apa saja tujuan Tasikmalaya atau naik Kereta Serayu dan turun di Stasiun Tasikmalaya.
  2. Setelah sampai di Tasikmalaya, tujulah terminal angkot dekat Terminal Indihiang. Ada angkot langsung dari Indihiang ke Galunggung 
  3. Perlu diingat, angkot terakhir dari Indihiang ke Galunggung adalah jam 4 sore. Ada jam setengah 5 tapi itu sangat jarang.
  4. Angkot hanya mengantarkan sampai gerbang masuk TWA Gunung Galunggung. Untuk mencapai anak tangganya, kalian dapat jalan kaki kalo kuat iman atau naik ojek langsung sampai anak tangga Kawah Gunung Galunggung.

Berapa Biayanya ?

  1. Untuk tarif bus dari Jakarta ke Tasikmalaya, kalo Bus Budiman ada yang 75ribu - 110ribu tergantung kelasnya apa. Kalau Primajasa, harganya 68ribu.
  2. Angkot Indihiang - Galunggung 15ribu
  3. Ojek loket masuk - anak tangga Galunggung 25ribu
  4. Biaya masuk perorang 4ribu
  5. Biaya masuk ojek 4ribu
  6. Izin camp 10ribu

Tipsnya ni coy

  1. Kalau kalian memang niatnya hanya mendaki dan camping ceria, saran gue dari Jakarta naik bus yang paling pagi sekitar jam 5 atau 6 pagi. Bus itu akan sampe di Tasik sekitar jam 1 atau 2 siang.
  2. Kenapa gue saranin pagi? Kalo lo sampe Tasik pagi dan mulai nanjak pagi hari, dan mulai diriin tenda siang hari di dasar kawah, jadi bebek panggang deh lo, panas banget! Dan di dasar kawah itu gak ada tempat teduh sama sekali.
  3. Nah kalo lo jalan pagi dari Jakarta dengan estimasi lo sampe sebelum jam 3 sore di Tasik, kira-kira lo sampe di anak tangga itu sekitar jam 5 dan waktu itu cukup ideal untuk melakukan pendakian dan adem pastinya.
  4. Saran gue, lebih baik mendaki lewat jalan setapak daripada lewat anak tangga. Jalur setapaknya sangat jelas kok dan cukup landai juga. Estimasi dari Mushola (titik awal jalur setapak) sampai dasar kawah itu cuma 30 menit.
  5. Untuk logistik, lo bisa beli lauk di warung pinggir Mushola. Kita waktu itu beli ayam ungkep, sebijinya cuma 6rebu lho.
  6. Di dasar kawah juga ada warung lho, dan harganya masih berperikependakian, murah-murah banget!
  7. Kalo lo ngerasa Gunung di Jawa Barat ngebosenin, lo bisa dateng ke gunung ini. Kita memang camp di ketinggian sekitar 1300an Mdpl, tapi yang juara di sini adalah tebing-tebing nan indah yang ga akan lo temui di gunung Jawa Barat. Mirip sama Rinjani asli.


Oke deh itu dia cerita gue mendaki ceria di Gunung Galunggung. Buat kalian yang rencana mau mendaki santai gunung ini, tetep bawa peralatan pendakian standar ya. Buat kalian yang cuma mau menikmati keindahan Gunung Galunggung sebagai wisatawan, tetep persiapin fisik yang oke ya soalnya kalian juga akan mendaki anak tangga yang cukup terjal. Tetep jaga kelestarian alam Gunung Galunggung ini, salam lestari dan salam secangkir kopi panas semua!




Gunung Galunggung, 30 Juni - 1 Juli 2017

Komentar

  1. Mutiara Zalfa3 Maret 2018 13.54

    kalau yg camping area itu 1.300an mdpl, yg jadi puncaknya disebelah mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puncaknya yg foto terakhir di postingan ini mba

      Hapus
  2. Kira kira aman ga bro ngecamp bawa anak umur 2 thn

    BalasHapus
  3. Dari bawah sampe ke puncak butuh waktu berapa lama? Kalo jalan santai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo puncak gunung nya si saya kurang tau mas, dan kayanya jalur pendakiannya bukan dari danau. Tapi kalo ke puncak yang jalur tangga si cepet mas, paling 30 menitan

      Hapus
    2. Disana ada sewa tenda ga ya

      Hapus
    3. sepertinya tidak ada persewaan tenda

      Hapus
  4. terimakasih atas infonya, kunjungi juga website kami http://bit.ly/2nOkv5i

    BalasHapus
  5. Yang jalur setapaknya jelas bang?

    BalasHapus

Posting Komentar