Pendakian Gunung Ciremai 3078 Mdpl Via Apuy : Titik Tertinggi di Tanah Parahyangan

Sebagai penutup akhir tahun 2015 dan aji  mumpungnya lagi long weekend parah karena libur maulid Nabi Muhammad dan Natal, ditambah lagi gue juga sudah selsai menyelesaikan semua Ujian Akhir Semester di semester bangkotan ini dimana artinya liburan yang sangat panjang sudah di depan mata, gue niat banget mau mendaki untuk melepas penat ujian kemarin. Berawal dari ajakan temen gue si Ines yang cewe tapi sering banget di panggil bang, akhirnya kita putuskan bersama temen-temennya Ines dan temen gue untuk mendaki gunung tertinggi di tanah Parahyangan Jawa Barat, Ciremai!


Pendakian ini kita mulai berangkat dari Depok tepatnya dari rumahnya temennya Ines di Perumahan Komplek Pelni hari Rabu 23 Desember 2015. Adapun tim-tim hore yang ikut dalam pendakian ini adalah Gue sendiri, Ipin (temen kuliah gue yang sangat kopet), Ines (Partner in Crime setiap pendakian), Seno (Temen SMP yang kalo kemana-mana harus pake seragam polisi, bahkan ketika mendaki sekalipun), Dhimas, Bang Marthen, dan Bang Chandra dimana mereka adalah teman-teman Paskriba si Ines dan Seno.

Kita mendaki Gunung Ciremai ini melalui jalur Apuy yang berada di Majalengka tepatnya di daerah Maja, desa Argamukti kecamatan Argapura. Untuk menuju kesana, kebetulan temennya Ines yaitu bang Marthen dengan baik hati menawarkan untuk naik mobil dia saja dan hanya patungan bensin + tol saja, yuhuuu. Tepat jam 22.30 kita semua sudah selesai packing, carrier sudah sempurna di pack di atap mobil dengan flysheet dan webbing, saatnya berangkat!

Perjalanan awal lancar sampai akhirnya kita tiba di gerbang tol menuju Cikunir - Bekasi - Cikopo, alamakkjang macet total setotal-totalnya, uda kaya mudik coy. Dari Jorr sampe Bekasi kita tempuh 4 jam dan sampai gerbang tol Cikopo sudah jam 6 pagi, lebih parah kayanya daripada pas mudik kemarin. Setelah lepas tol Cikopo, perjalanan lancar jaya sampai gerbang tol Kertajati. Dari gerbang tol kita fokus menuju kota Majalengka tepatnya bunderan Cigasong, baru abis itu fokus ke Terminal Maja, dan dari situ baru perjalanan menuju basecamp Apuy. Basecamp Apuy itu deket dengan objek wisata Curug Muara Jaya.

Petunjuk arah dari Majalengka menuju Basecamp Apuy

Kita tiba di basecamp Apuy sekitar jam setengah 11 siang, 12 jam perjalanan dari Depok padahal normalnya cuma 5 jam. Basecamp Apuy menurut gue itu agak samar, ga ada basecamp nya, tau-tau kita sampai di lapangan futsal dan ada masjidnya, trus ada balai buat PKK gitu dan tempat mangkal mobil bak untuk mengantar pendaki. Ternyata basecamp nya sendiri itu berada di pos 1 Buper Berod dimana untuk kesana diperlukan waktu 1 jam lebih jalan kaki kesana atau cukup 15 menit menggunakan mobil bak. Sebelum menuju pos 1 Berod, kita bersih-bersih dan packing ulang di masjid.
Masjid dan Lapangan Parkir


Packing Ulang
Setelah packing ulang beres, bersih-bersih beres, tepat jam setengah 12 siang kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 Berod dengan menggunakan mobil bak, perorang dikenai 15ribu. Saran gue buat menghemat tenaga, mendingan si dari bawah menuju Berod kalian naik mobil  bak, soalnya perjalanan lumayan jauh dan terik, bisa makan waktu 1 jam lebih menurut gue. Sesampainya di Berod dengan lama perjalanan 15 menit pake mobil bak, kami segera registrasi dengan biaya simaksi 50ribu, mahal banget suer meskipun dapet makan tapi makanan nya hanya nasi telor gorengan dan kopi, ya lumayan tapi tetep aja kerasa mahal.  Setelah selesai makan, kita di briefing sama ranger, berdoa dan perjalanan kita mulai!



Pos 1 Berod - Pos 2 Arban
Perjalanan dari pos 1 Berod menuju pos 2 Arban jalurnya masih ramah banget, sesekali tanjakan tapi banyak terdapat bonus. Kondisi jalan yang masih belum masuk hutan membuat perjalanan terasa terik. Kami menempuh perjalanan menuju pos 2 selama 1 jam perjalanan saja. Jalur Pos 1 menuju pos 2 masih sangat ramah.


Pos 2 Arban - Pos 3 Tegal Masawa
Perjalanan dari Pos 2 menuju pos 3 kita sudah memasuki hutan khas Jawa Barat yang lebat dan lembab. Perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 digadang-gadang sebagai jalur yang sangat panjang dan cukup melelahkan. Benar saja, kita mendaki banyak sekali istirahat karena jalur yang menanjak ditambah panjangnya perjalanan. Mulai dari sini, kita mulai tuker-tkeran carrier dan membagi beberapa group. Group 1 yaitu bang Dhimas, Chandra, dan Ines karena mereka membawa tenda, Group 2 itu gue dan ipin yang juga membawa tenda, group 3 yaitu Seno dan bang Marthen karena bang Marthen jalan selalu paling belakang karena nafasnya yang pendek. Lama perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 kami tempuh selama 3 jam perjalanan. Jalur pos 2 menuju pos 3 ini sangat panjang dan melelahkan tetapi tanjakan variatif ada yang terkendali dan ada yang curam.
Jalur menuju pos 3

Tanjakan masih terkendali, sesekali curam


Pos 3


Pos 3 Tegal Masawa - Pos 4 Tegal Jamuju
Setelah berjibaku dengan panjangnya trek menuju pos 3, kita putuskan untuk mendirikan tenda di pos 4 karena menurut informasi dari pendaki yang turun, di pos 5 dan pos 6 sudah ramai, ditambah hari yang sudah mulai gelap dan tim kami yang sudah mulai kelelahan salah satunya kelamaan di perjalanan jadi kurang tidur. Perjalanan dari pos 3 menuju pos 4 tidak jauh dengan jalur yang cukup ramah dengan sedikit tanjakan curam.

Group 1 yaitu Ines dkk sudah jalan duluan untuk mendirikan tenda karena hari sudah mulai gelap, gue dan Ipin menyusul karena Ipin udah mulai batas limit capeknya, si Seno masih ngejaga bang Marthen yang terlampau jauh dari kami. Perjalanan selama 1 jam akhirnya kita sampai di pos 4 dimana hari sudah gelap.Untungnya, group 1 yaitu Ines dkk sudah mengetag tenda untuk kami dirikan, sudah full loh pada saat itu, mau gamau tenda satu lagi yang gue bawa didirikan di jalur. 

Setelah tenda berdiri sempurna, kita masak, makan, dan lekas istirahat karena besok tepatnya dini hari sekitar jam 3 pagi kita akan melakukan summit attack menuju puncak Gunung Ciremai

Summit Attack
Kami semua bangun jam 2 pagi, rasanya males banget untuk bangun dari sleeping bag yang anget banget ini, tapi mau gamau kita harus bangun pagi karena tidak ingin kesiangan untuk menuju puncak. Setelah kita semua bangun, buat sarapan guna energi kita kesana, tenda kami tinggal dan hanya membawa daypack dengan isi air 1.5 liter 3 botol. Tepat jam 3 pagi kami melakukan summit attack menuju puncak Ciremai. Bodohnya kita yang hanya fokus membawa air, tetapi lupa membawa cemilan, alhasil cuma ngemil yang disediakan oleh alam yaitu daun cantigi dan buah berry.
Pos 4 Tegal Jamuju - Pos 5 Sanghyang Rangkah
Perjalanan dari pos 4 menuju pos 5 cukup jauh tapi tidak sejauh dari pos 2 menuju pos 3. Tanjakan sudah mulai terjal, untungnya kita membawa daypack jadi lumayan cepat. Meskipun cuma bawa daypack, kita tetep banyak istirahat karena udara yang tipis dan pada masih ngantuk. Perjalanan dari pos 4 menuju pos 5 kita tempuh selama 45 menit saja dengan jalur yang sudah cukup terjal.

Pos 5 Sanghyang Rangkah - Pertigaan Apuy Palutungan
Kita istirahat hanya sebentar di pos 5 dan melanjutkan perjalanan menuju pos 6 Goa Walet. Jalur menuju pos 6 Goa Walet sudah mulai terbuka dengan kanan kiri jurang. Sebelum sampai di Goa Walet, kita terlebih dahulu sampai di pertigaan jalur Apuy dan Palutungan. Kondisi jalur dari pos 5 sampai pertigaan cukup terjal dan panjang. Beruntungnya kita, selama perjalanan kami ditemani oleh indahnya sinar purnama yang sangat terang dan kami menikmati sunrise terlebih dahulu di pertigaan ini. Lama perjalanan dari pos 5 menuju pertigaan Apuy kami tempuh selama 1 jam 10 menit saja dengan jalur yang cukup menguras tenaga.
Indahnya sinar purnama

Sunrise di Pertigaan

Plang pertigaan apuy dan palutungan

Samudera di atas awan
Pertigaan Apuy Palutungan - Pos 6 Goa Walet
Setelah kami menikmati indahnya sunrise di Pertigaan, samudera awan yang indah dan jajaran gunung pegunungan yang ada di Jawa Barat mulai dari Cikuray sampai Gede Pangrango terlihat jelas, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 6 yaitu Goa Walet.

Trek menuju pos 6 ini dari pertigaan merupakan jalur yang sangat berat dan ekstrim selama pendakian di jalur Apuy. Kita yang pake daypack aja masih sering istirahat, gimana kalo pakai carrier. Kemiringan tanjakan sekitar 40-60 derajat dengan trek bebatuan lava yang sudah beku. Lama perjalanan dari pertigaan menuju Goa Walet kita tempuh selama 20 menit saja. Jalur menuju pos 6 ini sangat ekstrim dan sangat curam. Total lama pendakian dari pos 5 menuju pos 6 kami tempuh 1.5 jam saja sudah termasuk seringnya istirahat.

Terjalnya trek

Tanjakan liar dan ekstrim



Pos Goa Walet yang penuh


Pos 6 Goa Walet - Puncak Ciremai
Setelah sampai di Goa Walet, kami istirahat sejenak cukup lama sambil menikmati indahnya lautan awan Ciremai. Kebetulan pada saat itu terdapat air yang bersumber dari tetesan stalaktit yang ada di Goa Walet. Kalau kalian mau ke goa walet, maka kalian turun terlebih dahulu, kalau tidak dan langsung meneruskan ke puncak, brarti menanjak lagi tanpa perlu menuju ke bibir goa.

Setelah istirahat cukup, kami melanjutkan perjalanan dari goa walet menuju puncak. Jalurnya terjal dan berbatu, cukup ekstrim tanjakannya tapi masih bisa terkendali. Setelah berjibaku dengan tanjakan dan trek bebatuan, akhirnya setengah jam perjalanan kami pun tiba di puncak tertinggi di tanah parahyangan, Ciremai 3078 mdpl!


Puncak!

Panorama dari puncak Ciremai arah barat dan selatan

Kawah yang cukup besar

Full Squad


Gunung Slamet dari kejauhan

Danau kawah Ciremai


Di puncak Ciremai, alhamdulillah saat itu cuaca benar-benar cerah. Kita bisa melihat dengan jelas dari arah selatan dan barat jajaran gunung pegunungan Jawa Barat seperti Cikuray, Galunggung, Papandayan, Guntur, Malabar, Tampomas, bahkan Gede Pangrango pun terlihat sangat jelas. Dan jika kita melirik ke arah timur, dengan jelas dan sangat gagah terlihat Gunung Slamet yang memang dekat dengan Gunung Ciremai. Pada saat itu kondisi puncak sudah tidak begitu ramai, jadi kami cukup puas untuk menikmati dan foto-foto diatas.

Setelah puas menikmati puncak Ciremai yang sangat eksotis ini, kami turun kembali menuju tenda sekitar jam 8. Kami tiba kembali di tenda sekitar jam setengah 10 pagi atau 1 jam setengah perjalanan. Sesampainya di tenda, kami masak dan istirahat terlebih dahulu hingga sampai jam 12 siang kita packing kembali untuk segera turun dan sekitar jam 1 siang kita pun memulai perjalanan turun dan meninggalkan keindahan dan pengalaman yang sangat spektakuler di Gunung Ciremai ini.

Perjalanan turun hanya memakan waktu 3 jam setengah saja. Sesampainya di Berod, kami turun menggunakan mobil bak untuk menuju parkiran mobil. Alhamdulillah semua perjalanan kita menuju puncak Ciremai lancar dengan cuaca yang sangat bersahabat padahal di bulan Desember.

Jika di kalkulasikan, maka lama perjalanan naik dan turun tim gue adalah sebagai berikut

Perjalanan Naik



Parkiran Mobil  - Pos 1 Buper Berod
15 menit (pakai mobil bak)
Pos 1 Buper Berod – Pos 2 Arban
1 jam
Pos 2 Arban – Pos 3 Tegal Masawa
3 jam
Pos 3 Tegal Masawa – Pos 4 Tegal Jamuju
1 jam
Pos 4 Tegal Jamuju – Pos 5 Sanghyang Rangkah
45 menit (daypack summit attack)
Pos 5 Sanghyang Rangkah – Pos 6 Goa Walet
1 jam 30 menit (daypack summit attack)
Pos 6 Goa Walet – Puncak Ciremai
30 menit (daypack summit attack)
TOTAL WAKTU NAIK
8 jam

Perjalanan Turun



Puncak Ciremai – Pos 4 Tegal Jamuju
1 jam 30 Menit
Pos 4 Tegal Jamuju – Pos 3 Tegal Masawa
20 menit
Pos 3 Tegal Masawa – Pos 2 Arban
1 jam 10 menit
Pos 2 Arban – Pos 1 Buper Berod
20 menit
Pos 1 Buper Berod – Parkiran
15 menit (pakai mobil bak)
TOTAL WAKTU TURUN
3 jam 35 menit


Gue ada beberapa tips buat kalian yang ingin mendaki Gunung Ciremai khususnya via Apuy :
  • Pendakian Ciremai via Apuy merupakan jalur yang termudah dan tercepat dibandingkan Palutungan apalagi Linggarjati.
  • Jika kalian dari Jakarta menggunakan mobil, maka jalur yang kalian lalui yaitu melewati tol Jorr, lalu menuju tol cikampek, tol cikopo, lalu keluar tol Kertajati. Dari pintu tol kertajati lanjut menuju Kota Majalengka, nah dari kota Majalengka kalian menuju bunderan Cigosong, ambil kanan menuju Maja. Sesampainya di Terminal Maja, jalan agak pelan, gak lama ada plang menuju Curug Muara Jaya, lokasi Basecamp Apuy dan Curug Muara Jaya itu searah, jadi ikuti saja jalurnya.
  • Jika kalian dari Jakarta menggunakan angkutan umum, naik bus apa saja yang ke arah Cileunyi, lalu di lanjutkan menaiki Elf Bandung - Cikijing turun di terminal Maja. Dari terminal Maja, kalian bisa naik mobil bak, kalo ramean bisa langsung nyarter, kalo cuma berlimaan mah nunggu penuh dulu sampe minimal 10 orang dengan tarif 30rb sampai Berod. Bisa juga kalian naik bus ke arah Majalengka langsung atau Sumedang, nanti tetep naik Elf yang tujuan Cikijing turun di Terminal Maja.
  • Biaya simaksi itu 50ribu sudah termasuk makan + kopi/teh mau sebelum pendakian atau sesudah pendakian.
  • Jalur yang harus diwaspadai adalah petak pos 5 Sanghyang Rangkah menuju Pos 6 Goa Walet. Jalur ini merupakan jalur terberat sepanjang pendakian di jalur Apuy.
  • Untuk tempat camp, terdapat mulai dari pos 3 hingga pos 6. Pos 3 cuma menampung 3-5 tenda kapasitas 5 orang tetapi lahan agak miring, Pos 4 yang gue pake buat camp lahannya cukup luas mampu menampung 8 tenda kapasitas 5 orang, Pos 5 juga cukup luas, dan pos 6 juga lumayan bisa nampung banyak tenda.
  • Kalau kalian mau ngecamp di pos 5 atau 6 tapi ternyata penuh, gausa khawatir soalnya di jalur pendakian mulai dari pos 2 menuju pos 6 cukup tersedia lahan selip-selip yang bisa menampung 3 tenda kapasitas 5.
  • Gue saranin jangan camping di jalur pos 5 menuju pos 6, meskipun ada beberapa lahan selipan untuk mendirikan tenda, tapi lahan yang terbuka membuat angin gunung langsung menuju tenda.
  • Sumber air hanya tersedia di Pos 1 Buper Berod dan di Pos 6 Goa Walet. Khusus sumber air di goa walet itu adalah tetesan dari stalaktit dan hanya ada ketika musim hujan, terus rebutan. Jadi baiknya kalian bawa air lebih dari bawah perorang minimal 3 botol air mineral 1.5 liter.
Oke deh itu dia cerita pendakian gue untuk menutup akhir tahun ini menuju Gunung Ciremai. Sejatinya menjadi pendaki yang bukan saja menikmati semesta tetapi juga melindunginya dengan tetep membawa turun sampah yang kalian hasilkan. Tetep terus bereksplorasi kawan mumpung kalian masih muda, karena masa muda masa dimana kalian menggali sebanyak-banyaknya pengalaman berharga yang ga akan kalian bisa dapati ketika sudah tua nanti. Salam lestari semua dan salam pendaki Indonesia!




Gunung Ciremai, 24-25 Desember 2015

Komentar

  1. mantapp perjuangannya.. kampungku di bawah gunung ciremai malah belum pernah muncak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah di daerah mana mas? Bisalah mendaki bareng kalau begitu :D

      Hapus
  2. Terima kasih infonya gan....
    Transportasi dari Terminal Majalengka ke basecamp Apuy naek apa gan kalo buat 3 orang..? Rencana mau ke Ciremai Bulan Mei besok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo buat 3 orang mending joinan sama group lain buat sewa mobil bak di terminal Maja nya mas, lebih murah sekitar 30-35rb sekali jalan tapi langsung sampe buper berod nya.

      Hapus
  3. wihhh keren ka, tetap semangat yah ka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kaka, semangat juga! Btw tulisan yang mba ke Gunung Guntur via Cikahuripan, keren!

      Hapus
  4. Bro,,ada kontak travel ga dari jakarta ke jalur apuy???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo travel umum kurang tau bang, tapi kalo travel khusus pendaki coba hubungi 082298074159 (Adi) atau 082213300352 (Dani)

      Hapus
  5. Bro,,ada kontak travel ga dari jakarta ke jalur apuy???

    BalasHapus
  6. Yuk naik bareng via apuy,rencana berangkat dari kp rambutan tgl 5 agustus via cileunyi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sukses yo bang buat pendakiannya besok!

      Hapus
  7. Klo basecamp apuy ada penitipan kendaraan tidak bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok bang, di lapangan dekat masjid itu memang biasa jadi tempat penitipan kendaraan pribadi khususnya mobil bang

      Hapus
    2. Bang klo naik jip pribadi bisa g ?g ush sewa pick up

      Hapus
    3. Wah kalo itu saya kurang tau bang, saya ga bisa jamin takutnya itu udah peraturan masyarakat sana kalo ke Berod harus pake mobil bak hehehe jadi dicoba aja bang

      Hapus
  8. Ada gak ya penginapan yg dekat dengan pos 1?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penginapan maksudnya lahan camp atau homestay kah?

      Hapus
  9. bang aris ane tl ko ngak bisa bisa ya dua no di atas mau ke ceremai nih hari jumat mlm rencana ada 9 orang

    BalasHapus
  10. bang aris ane tl ko ngak bisa bisa ya dua no di atas mau ke ceremai nih hari jumat mlm rencana ada 9 orang

    BalasHapus
  11. bang aris ane tl ko ngak bisa bisa ya dua no di atas mau ke ceremai nih hari jumat mlm rencana ada 9 orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nomor antarjemput pendakinya bang? Kalo iya, saya hanya tau nomornya itu aja bang

      Hapus
  12. Misi gan mau nanya, kalo naik bus dari jakarta turun mana ya? Terus ke mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo gan, dari Jakarta naik bus apa saja yang ke arah garut atau tasik nanti turun di cileunyi, terus lanjut naik Elf Bandung - Cikijing turun di terminal Maja. Dari terminal Maja, ente bisa naik mobil bak, kalo ramean bisa langsung nyarter sampai Berod. Semoga bermanfaat :)

      Hapus
  13. Gan mau nanya, rencana 9 des mau ciremai via apuy bawa kendaaraan sendiri. Kira2 di basecamp bisa nitip kendaraan ga ya?

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo gan, nanti mobilnya bisa parkir di lapangan yang deket masjid, karena itu jalur terakhir buat kendaraan pribadi. Buat ke Buper Berodnya bisa jalan kaki sekitar 40 - 1 jam perjalanan atau naik mobil bak dari parkiran kendaraan

      Hapus
    2. Bro, kalau bawa mobil pribadi dari terminal maja menuju basecamp apuy jalannya gimana, tanjakan curam atau gimn, thanks bro

      Hapus
    3. Tanjakan curam dan jalannya sempit bro, driver nya harus yang bener-bener bisa nyetir di jalan tanjakan curam + sempit

      Hapus

Posting Komentar