Pendakian Gunung Salak 2211 mdpl via Cidahu : Si Pendek yang Sangat Luar Biasa

Apa yang terbesit ketika kalian mendengar kata gunung Salak yang berada di Bogor dan Sukabumi ini? Mistisnya kuat? Treknya gokil? Prabu Siliwangi? Banyak buah salak? Atau lain-lain? Segala macam umpatan buat gunung ini seakan ngehipnotis gue untuk sama sekali gamau menggapai puncaknya. Lambat laun, gue penasaran untuk sampai di puncak yang sangat di sakral kan oleh masyarakat sekitar. Dengan memposting ajakan naek bareng di group pendakian Facebook, adanya juga yang berminat kesana yaitu bang Subhan dan Sapril ditambah temen gue cewe yaitu si Ipin kupet. Oke gue rasa empat orang cukup dan ideal karena pendakian menuju puncak salak itu terkenal banget macem-macemnya, tanggal 24 Oktober kita putuskan untuk mendaki gunung ini!
  
Gunung Salak itu berasal dari bahasa sansekerta yaitu Salaka yang berarti perak. Jadi gunung ini merupakan gunung Perak dan bukan gunung yang ditumbuhi banyak pohon salak yo.

Jumat, 23 Oktober 2015
Sesuai jadwal, jumat malem kita akan berangkat menuju Cidahu dengan motor. Meeting point yaitu dirumah gue karena lokasinya yang memang di Jalan raya Jakarta-Bogor. Setelah bang Subhan dateng, trus Ipin dateng, tepat jam setengah 9 malem kita jalan menuju Cidahu dengan menjemput dulu bang Sapril yang sudah menunggu di Botani Square.
Perjalanan dari rumah gue ampe Cidahu memakan waktu 3 jam karena macetnya yang sangat konyol di jalur Sukabumi. Kita sampai di pos pendaftaran Taman Nasional Gunung Halimun Salak tepat jam 00.00 dini hari dan kondisi saat itu sangat sepi. Membayar dulu simaksi sebesar 20rb/orang dan 10rb/motor untuk parkirnya, kita istirahat dulu di pendopo belakang kantor TNGHS. Pendoponya kebuka cuy, jadi udara malem yang dingin banget itu bener-bener nyelimutin kita ampe pagi.

Sabtu, 24 Oktober 2015
Tepat jam 5 pagi kita bangun, packing ulang, solat subuh, dan sarapan. Setelah semua dirasa beres, kita berempat berangkat mendaki tepat jam 6 pagi. Cuaca saat itu cukup bersahabat, dingin dan embun yang baru turun sangat menyejukan. Trek pertama kita adalah jalanan aspal sampai ke gerbang menuju Puncak Salak 1 dan Kawah Ratu. Eitss tapi jangan dianggap remeh, meskipun jalanan aspal tapi treknya nanjak coy sejauh 1 kilometer ampe gerbang pendakian. Lumayan buat pemanasan sebelum jalur Salak yang sesungguhnya.

Trek aspal yang menanja

Gerbang Pendakian
Setelah sampai di gerbang pendakian, kita bisa milih 2 jalur untuk menuju pos Bajuri yaitu melalui jalur hutan atau aspal Javana Spa. Waktu itu kita memilih jalur hutan karena cape kalo lewat jalan aspal. Dalam mendaki gunung Salak ini, gue membagi 4 etape untuk istirahat karena trek yang sangat panjang yaitu 9kilometer. Ini gunung hanya 2211 mdpl tapi memiliki panjang jalur 9 kilometer, Sumbing yang mempunyai ketinggian 3371 mdpl memiliki 8 kilometer, buset dah emang Salak luar biasa.

Etape 1 yaitu mulai dari pintu pendaftaran sampai pintu gerbang sejauh 1 kilometer. Etape ke-2 dimulai dari Gerbang pendakian sampai persimpangan Bajuri atau HM 1-20. Etape ke-3 dimulai dari pos Bajuri - puncak bayangan. Etape ke-4 atau terakhir yaitu dari puncak bayangan - Puncak.

Perjalanan dari gerbang pendakian menuju Pos Bajuri tidak begitu terjal. Jalur sudah disusun sedemikian rapi dengan bebatuan atau madakam jadi kalo berencana jalan malem untuk camp di Bajuri tidak masalah. Kita sampai di pos Bajuri sekitar 2 jam perjalanan. Di pos ini bisa mendirikan tenda cukup banyak. Ada aliran sungai yang menjadi sumber air terakhir kalo lagi musim kemarau. Karena kalo ujan, di puncak Salak ada sumber air yang berasal dari hujan dan di tampung.

Jalur selepas gerbang pendakian

Banyak banget pohon pisang

Pos Bajuri

Sumber air di Bajuri



Kita beristirahat cukup lama di Bajuri, sekitar 45 menit. Tepat jam setengah 9 pagi kita melanjutkan perjalanan untuk mencapai cek poin selanjutnya yaitu puncak bayangan, disinilah petualangan gunung salak dengan segala trek yang jahanam dan mistisnya yang kuat, dimulai.

Ga lama selepas pos Bajuri, jalanan berubah dari batuan madakam ke lumpur dan akar. Treknya sudah menanjak cukup terjal, tapi yang bikin ga nahan itu lumpurnya. Yang bikin php ketika naik gunung Salak itu pas ngeliat plang HM nya. Itu rasanya nyes banget uda jalan lama tapi baru nyampe HM sekian dan parahnya, dari pos bajuri sampai puncak itu HM 1 sampai HM 50!

Jalurnya rimbun

Lumpur berserakan

Didominasi jalur akar
Perjalanan dari HM 1 atau pos bajuri kita beristirahat sejenak di sekitar HM 14 atau baru 1 jam perjalanan. Dalam kondisi cape dan ngantuk, gue tidur sebentar aja disana supaya badan seger. Ga lama, kita lanjutin perjalanan lagi. Jalur makin menjadi-jadi, trek berupa tanah liat, batu, dan akar menjadi satu dengan kemiringan 30-60 derajat. Ada satu titik tanjakan yang cukup terjal dan harus menggunakan webbing karena terjal dan licin.

Kondisi gunung Salak lembab banget, apalagi kalo ujan uda ga ngerti lagi deh licinnya. Di gunung Salak minim banget papan petunjuk uda sampe pos berapa. Yang gue inget, cuma ada papan pos Rolling Stone di HM 16, udah itu aja selebihnya ya cuma berandalkan HM itu. Setelah berjibaku dengan tanjakan yang sedemikian jahanamnya, kita sampai di HM 26 dimana lahan disini cukup luas. Perjalanan dari HM 1 sampai HM 26 kita tempuh selama 3 jam perjalanan karena banyak istirahat.






Kami beristirahat di HM 26 tidak begitu lama, langsung melanjutkan lagi menuju puncak bayangan. Setelah HM 26, jalur berubah menjadi lebih sempit dan kanan kiri jurang. Yap, jalur HM 28 - puncak bayangan memang sudah berada di atas punggungan gunung Salak, jadi hati-hati aja melangkah dan konsentrasi penuh mutlak hukumnya kalo gamau jatoh ke jurang.

Di jalur ini juga sudah mulai terbuka, kita bisa ngeliat kawah Ratu dibawah dan puncak Salak 2 yang menjulang cukup rimbun. Di jalur ini yang harus diwaspadai adalah petak HM 34 yaitu jembatan tali. Yap jembatan yang cuma bermodalkan batang dan tali webbing saja, bawahnya sudah menganga jurang yang cukup dalam. Buat yang takut, bisa muter lewat bawahnya tapi tentu saja makan waktu dan lebih terjal lagi jalurnya.

Kawah Ratu dari atas

Jembatan tali



Konsentrasi, fokus, dan jangan panikan adalah hal mutlak pas ngelewatin jembatan tali ini. Tapi kalo takut, ya bisa lewat bawah dengan konsekuensi agak muter aja. Setelah melewati jembatan tali ini, ga lama akhirnya kita sampai di puncak bayangan. Perjalanan dari Bajuri sampai puncak bayangan kita lalui hampir 5 jam setengah dengan istirahat yang cukup banyak, bahkan tidur hampir 1 jam.

Puncak bayangan merupakan puncak punggungan yang tepat di bawah puncak salak 1. Terdapat lahan untuk mendirikan 3 tenda untuk kapasitas 5 orang. Kita ga begitu lama di puncak bayangan atau HM 39, ga lama kita melanjutkan perjalanan untuk menuju puncak salak 1.

Diawali dengan trek menurun karena kita akan membelah lembah dan menuju punggungan gunung lain yaitu puncak Salak satu. Trek menurun ga lama, kita langsung di hadapi trek yang sangat ekstrim. Trek berupa tanjakan tebing hampir tegak lurus kalo diliat dari bawah, kalo pas mendaki mah sama aja kaya tanjakan cuma terjal banget dan licin banget. Patut diwaspadi petak HM 38-40 karena terdapat tiga tanjakan yang sangat terjal dan sangat licin tersebut.

Tanjakan sangat terjal dan licin

Didominasi oleh tanah, batu, dan lumut





Setelah melewati tanjakan yang cukup ekstrim tadi dan terekstim di jalur menuju puncak Salak 1, perjalanan selanjutnya juga ga kalah terjal nya. Jalur semakin menjadi-jadi dengan pegangan akar. Setelah 2 jam perjalanan dari puncak bayangan, alhamdulillah sampai juga kita di puncak Salak 1! Puncak Salak 1 itu masih cukup rimbun tetapi juga terdapat lahan luas bekas helipad waktu evakuasi sukhoi dulu. Dari puncak, dengan jelas saat itu gue bisa ngeliat lembahan puncak Salak 1 dan Salak 2 yang sangat indah dan juga menyeramkan karena dalam dan rimbun banget.Dengan sigap kami mencari spot tenda yang kehalangan pohon supaya ga kena angin lembah secara langsung dan mencari sumber air yang berada di dekat makam mbah Salak.

Di puncak terdapat lahan yang cukup luas, bisa ngediriin 15 tenda lah kira-kira. Terdapat makam mbah Salak dan juga sumber air yang ditampung karena kemarin puncak Salak 1 diguyur hujan yang cukup deras. Tetapi sayang airnya keruh banget, jadi ya harus dimasak dulu. Air ini ada kalo puncak diguyur hujan ya, kalo ngga ya sumber air terakhir cuma ada di Bajuri.

Sumber air hujan tampungan

Makam  mbah Salak



Bersama si ipin, bang sapril, upay (gue), dan subhan
Setelah ngambil air dan tenda sudah berdiri sempurna, siapa sangka tiba-tiba cuaca di puncak yang awalnya cerah-cerah saja tiba-tiba menjadi sangat gelap dan angin kenceng banget. Yap sepanjang sore hingga malem hari, kita diterjang badai angin yang cukup kenceng. Angin aja tapi ga ujan dan untungnya suhu di puncak Salak ini ga ekstrim-ekstrim banget dinginnya. Setelah buat makan malam, solat, kita istirahat untuk menikmati sunrise gunung Salak ini.

FYI aja ya, waktu kita mendaki gunung ini ga serame kaya gunung Semeru, Gede, atau Rinjani lah ya, cuma ada sekitar 100an pendaki aja. Kasian si banyak pendaki yang memandang sebelah mata terhadap gunung ini, padahal gunung ini gokil parah, treknye.

Tepat jam 5 pagi kita bangun, cuaca sangat cerah alhamdulillah, kita bisa ngeliat sunrise dengan jelas dan indah. Dari puncak Salak, kita cuma bisa ngeliat gunung Gede Pangrango dan landscape kota dan kabupaten Bogor. Ga banyak keindahan yang ditawarkan oleh gunung Salak, kita juga masih di bawah awan. Tapi memang salak bukan ditujukan buat Selfie hunter atau photographer hunter.

Plang Puncak Manik Salak 1

Sunrise yang tertutup rimbunnya pohon





Setelah puas foto-foto, kita kembali ke tenda untuk membuat sarapan. Setelah sarapan, kita ngaso sebentar lalu packing ulang. Tepat jam 8 pagi kita turun, dan meninggalkan sejuta suka duka ketika mendaki kemarin yang penuh dengan perjuangan, kesabaran, dan doa.

Perjalanan turun pun ga kalah gokil. Kalo kemarin kita berjuang sekuat tenaga untuk menaiki tanjakan-tanjakan ekstrim, sekarang kita mikir gimana cara nya turun supaya ga kepleset atau bahkan jatoh. Turun dari Salak itu bahaya banget, trek licin parah jadi tingkat kewaspadaan dan konsentrasi wajib mutlak kudu lah ya.

Kalo di kalkulasiiin, lama pendakian naik dan turun tim gue adalah sebagai berikut

Naik :
  • Pos pendaftaran TNGHS - Gerbang Pendakian = 30 menit
  • Gerbang pendakian - Pertigaan Bajuri = 2 jam
  • Pertigaan Bajuri - Puncak Bayangan = 5 jam (dengan istirahat tidur 2x hampir 1 jam + makan siang)
  • Puncak bayangan - Puncak Salak 1 = 2 jam
  • Total lama naik = 9 jam 30 menit
Turun
  • Puncak Salak 1 - Puncak Bayangan = 30 menit
  • Puncak Bayangan - Pertigaan Bajuri = 4 jam (Foto-foto dan istirahat cukup lama di HM 26)
  • Pertigaan Bajuri - Gerbang pendakian = 1 jam
  • Gerbang pendakian - Pos pendaftaran TNGHS = 10 menit (nebeng mobil bak)
  • Total lama turun = 5 jam 40 menit  
Untuk estimasi biaya kita kemarin cuma ngeluarin bensin 30rb pp Depok - Cidahu, Simaksi 20rb/orang, parkir 10rb/motor, makan 15rb/orang nasi goreng.

Gue ada beberapa tips buat kalian mau naik ke Gunung Salak ini
  • Jalur gunung Salak terdapat tiga pintu masuk : Pasir Rengit, Cimelati, dan Cidahu.
  • Jalur yang umum digunakan pendaki adalah Cidahu
  • Transportasi umum ke Cidahu pokoknya naik bus/elf dari Jakarta atau bogor tujuan Sukabumi, turun di pertigaan Cidahu. Lalu disambung angkot sampe gerbang pendakian TNGHS 
  • Bisa juga naik kereta Pangrango/Siliwangi turun di stasiun Cicurug
  • Niatin dalam hati sebelum mendaki gunung ini dengan niat yang baik. Konon kalo niat kita uda jelek sebelum naik, maka hal yang ga di inginkan bakal terjadi ketika kita mendaki.
  • Gunung ini pendek tapi jalurnya sangat ekstrim dan sangat panjang, siapin fisik dan mental dengan prima
  • Sumber air terkahir kalo musim kemarau cuma ada di pertigaan Bajuri, jadi cari info-info aja di makam kering atau ada sumber airnya
  • Ikuti petunjuk HM yang ada. HM itu menandakan jarak per-100 meter. PHP parah ketika kalian uda jalan cukup lama, tapi baru naik 1 poin HM (misal dari HM 12 ke 13 uda berjalan selama 20 menit). 
  • Sebaiknya jangan mendaki di malam hari. Kalo memang iya, lebih baik camp saja di pertigaan Bajuri. Mendaki malam hari banyak resiko. Selain trek yang ekstrim, mistis yang kuat di Gunung Salak menjadi cerita tersendiri ketika di malam hari.
  • Waktu ideal mendaki itu sekitar jam 5-8 pagi, karena bisa sampai di puncak jam 4-6 sore.
  • Wajib menggunakan sepatu kalo masih sayang sama kaki. Ga cuma di gunung Salak, tapi di semua gunung
  • Nikmati aja perjalanannya, anggap ini sebagai ajang lo pendidikan dasar mempertebal mental dan kesabaran, gunung ini not safe for selfie or photographer hunter karena pemandangan yang disuguhkan kurang, tetapi memang sebagai ajang pendidikan yang ga akan lo dapet dari gunung lain.
Oke deh itu aja cerita gue dan tips pendakian ke gunung Salak. Inget, jangan sekali-sekali meremehkan gunung yang pendek ato bahasa kerennya Dont Judge The Mountain By The Altitude, But Judge Your Altitude When You Climb To The Mountain. Gunung ini ga di desain buat lo yang cuma gemar selfie atau foto dengan pemandangan bagus, tapi gunung ini di desain buat lo yang bener-bener pengen mempertebal mental dan kesabaran. Salam lestari semua, salam kopi panas diatas awan!



Gunung Salak
24-25 Oktober 2015


Komentar

  1. gua aja saban hari cuman ngeliatin doang tuh gunung, kaga berani naek... salut buat tuh cewe nya... xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya bang saya juga sebenernya takut, tapi rasa penasaran membunuh segalanya. Yap, perempuan emang paling riskan naik gunung ini, salut juga buat pendaki wanita yang mau-maunya mendaki gunung ini hehe

      Hapus
    2. Kalo di pos pendaftaran ada tempat parkir kendaraan ga ya ?

      Hapus
    3. Ada kok tempat khusus penitipan parkir motor/mobil untuk pendaki gunung Salak di gerbang pendaftarannya, cuma ada biaya untuk parkir inapnya :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Boleh dicoba mba, tapi siapin fisik, mental, dan peralatan pendakian yang matang ya

      Hapus
  3. Om berangkat lagi om yuk ke salak

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh om kayanya ga bulan ini dulu om :D. Kalo mau naik bareng, bisa hubungin saya di page "tentang saya" ya bro, ada kontak saya semua di situ

      Hapus
    2. Ane bisa nya bulan ini nih om,nyari temen bareng nih om,hehehe
      Ayolah silaturahmi hehhe

      Hapus
  4. Makasih banyak info lengkapnya mas. Rencana saya dan 16 orang lainnya mau ke Salak 1 via Cidahu. Membaca artikel ini membuat saya dag dug dug, tetapi tetap semangat, yg utama niat baik dan keselamatan.

    Makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih gan sudah mampir..wah iya intinya tetep semangat, latihan fisik, kuatin mental, dan yakin. Insya Allah semua menyenangkan :)

      Hapus
    2. Mau berangkat kapan kk ayo bareng,besok saya berangkat dari matraman,mau bareng gak?

      Hapus
  5. Masbro bsa ga pp pos pendaptaran-puncak salak1 slma 12 Jam.
    27 juni 2016.bls

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mas, tapi tergantung fisik masnya juga. tapi saran saya kalo mau nektok, dari pos pendaftaran jalan jam 4 atau 5 pagi mas

      Hapus
  6. mau nanya gan, itu yang gambar terakhir view di belakangnya puncak salak 2 atau bukan?

    BalasHapus
  7. how to get permit for climbing for a foreigner

    BalasHapus
    Balasan
    1. you just come to the registration office in Salak mountain (there are three official channels, Cidahu, Cimelati, and Pasir reunggit, but I recommend to passing Cidahu),not complicated, maybe there is a different ticket price for foreigner

      Hapus
    2. Cimelati kemarin lewat situ gratis ga ada simaksi. Gimana ya kalau mau naik Cimelati tapi resmi

      Hapus
  8. Insya Allah jumat ini berangkat dari cilandak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sukses yo bang buat pendakiannya besok!

      Hapus
  9. Si pendek yang mistis dan bersahaja.. Pengen juga sih Mas muncak disini, sabtu kemaren baru jajal kemping cantik aja sama bocil2 di batu tapak. Kapan2 kalo mo naek lagi info y Mas, biar ada barengan he he.. Salam lestari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mba, kontak saya ada di halaman "tentang saya" ya buat kalo mau nanya-nanya lebih lanjut hehe

      Hapus
  10. Masbroo, pake sepatu itu bukan peraturan pendakian di Salaknya kan ya? insyaallah 17 Agus ini mau kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya ga ada peraturan khusus wajib sepatu bang, cuma ya kalo kita masih sayang sama tumpuan kita, wajib banget sepatu. Itu temen saya emang ngaco, biasa porter cewek haha. Sip bang, semoga sukses dan lancar pendakiannya bang!

      Hapus
    2. bahahaha sip sip. btw kalo dari dramaga ke cidahu lewat mna ya bang? yg aman dan tentram kalo pake motor.

      Hapus
    3. Dari Dramaga mah mending naiknya lewat Pasir Reunggit bang, lebih deket. Tapi kalo mau lewat Cidahu, ente bisa lewat jalur Bogor - Sukabumi, nanti setelah ngelewatin pertigaan Cimelati, ada pertigaan Cidahu, ciri-cirinya setelah nyebrang rel kereta.

      Hapus
  11. OK sip Mas vroh! Siap2 aja jadi brondong simatupang yak wkwkwk
    \m/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi brondong apa jadi porter mba? hahaha :v :p

      Hapus
  12. OK sip Mas vroh! Siap2 aja jadi brondong simatupang yak wkwkwk
    \m/

    BalasHapus
  13. Nice info gan... Sebelumnya udah pernah lewat cimelati sekarang mau lewat cidahu, Yuk kita naik tgl 20 ini bang =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah saya penasaran buat naik lewat Cimelati bang haha. Libur dulu saya, sukses buat pendakiannya besok bang!

      Hapus
  14. Ada yang mau ke gn salak via cidahu gak besok 11 sept 2016 ?? Nyari barengan biar seru....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapet barengannya ga bang? Telat banget ya bales komennya haha

      Hapus
  15. capcuss yuk jumat tgl 16 balik kerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nteu isa aye bang, kalo oktober mah hayu dah tapi lewat Cimelati haha

      Hapus
    2. Aku 7 oktober nih dari st. Bogor kumpulnya Ping aja di WA 081315000315

      Hapus
    3. rencana lewat mana bang?

      Hapus
  16. Waw amazing banget yah... Jandi pengen nih mendaki gunung salak���� cowo aku hari ini lagi dijalan mau mendaki gunung salak itu bang, dia sendirian��tadinya aku pengen ikut cuman belum berani masih takut��

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sendirian?pasti bareng temen juga sih mba selama pendakian hehe, doain aja mba. Kalo cowonya udah berani mah seharusnya buat kedua kalinya nanti nanjak salak, bisalah mbanya diajak :D

      Hapus
  17. Hahah iya telat banget om.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana bang, dapet gak kemarin temen naik ke salak bang?haha

      Hapus
  18. Nggak bang. Oh iya... Akhir tahun ane sama temen mau ngadain OT ke Mt.Prau, kalau ada yang berminat ikut. Tinggal bales ni koment aja. Fast respon ko :) Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipp bang, lebih keren lagi kalo ente post flyer juga di group pendaki Facebook, pasti cepet dapet target peserta nya :)

      Hapus
  19. Ada yg mau ikut ke salak gak tgl 26 november 2016 ,via cimelati

    BalasHapus
  20. Bro Bayu, rencana akhir tahun ane mau ke Gunung Salak nih ama temen. Mau tanya dong, untuk pendaftaran langsung disana bisa kan, gak perlu reservasi dlu. Terus bagi tips nya dong bro sebagai yg udah pernah kesana gimana. Hehe.. Thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo bro, untuk pendaftaran bisa langsung di TKP ban tanpa perlu reservasi. Tipsnya kalo ente lewat Cidahu, siapin fisik prima banget bang, karena sumber air terakhir cuma ada di Bajuri, ada di puncak tapi itu air tampungan dari hujan. Terus usahain jalan dari pos registrasi jam 6 pagi paling telat bang, jangan sampel ketemu malem dah, apalagi jalan malem selepas pos puncak bayangan. Usahain untuk sampai puncak itu sore, biasanya si sekitar 7-9 jam bang normalnya.

      Hapus
  21. Salak emang si kecil cabe rawit. Kita dari gerbang 7.30 via hutan ampe di bajuri 8.30 dan tiba di puncak jam 1an dan disambut badai dan kita memutuskan untuk turun jam 2an pas lagi ujan2an kebayang dong gimana trrknya pas ujan. Turun kita memakan waktu sekitar 6 jam yang padahal nyampe ke puncak 5jam. Capeknya bikin nagihh����

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah pendakian tektok salak mba? Sangat mantap jiwa sekali mba haha. Bener banget, salak kalo udah ujan jalurnya makin kacau, terlebih kalau turun. Udah jalanan lumpur, lumutan, lengkap sudah penderitaan naik ataupun turun. Tapi bener, saya aja pengen naik lagi ke puncak 1 ini, bahkan puncak 2 kalo ada yg mau ha-ha-ha kecil2 bikin nagih

      Hapus
  22. Di gunung salak serem gk mas?? Di sana banyak penampakan aneh gk mas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya itu tergantung masing2 pendaki mas, tapi yang saya rasain sih sereman tracknya dan penampakan mba2 sama mas2 yang lagi menikmati sunrise bersama :D

      Hapus
  23. ijin nanya om broo, sampai malam gak gerbang cidahu bukanya, soal nya tgl 4 saya mau wara wiri ke cidahu,
    trima kasih

    BalasHapus
  24. Asli gokil nih postingan berguna banget ��
    17 agustus taun ini ada rencana kibar dimana bang ? Boleh lah ane ikut gabung hehe, tp sumpah asli pengen banget ke ini gunung cuma udh setaun belon ke sampean hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo 17an ane mending ngurus lomba antar RW aja bang, gunung rame kek pasar hahaha. Rencana saya mau naik salak lagi akhir Agustus bang. Kalo mau bareng, bisa WA/Line saya aja. Kontak ada di page "tentang saya"

      Hapus
    2. saya mau mendaki gunung itu .... rencana bulan september bro sekitar 5 / 10 orang .... saya udah lama bgt ingin mendaki itu gunung tapi hati penasaran sama isi dan pemandangan dari atas gunung itu ... ada pemandu nya ga bro ... dan cara nya kaya gmna bro ....

      Hapus
    3. Halo bro, untuk pemandangan, Gunung Salak puncak 1 menyajikan jurang ciapus yang sangat dalam, pemandangan puncak 2, dan Gunung Pangrango. Kalau pemandu biasanya ada bro, apalagi ini di kawasan Taman Nasional. Nah tapi, untuk pemandu saya gak punya nomor yang bisa dihubungi, mungkin bisa langsung mengkontak ke pihak Taman Nasional bro.

      Hapus
  25. Makasih bang. Info nya sangat bermanfaat.
    Insya allah saya ada niatan awal semptember mau ke salak bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipp bang, sukses buat ke Salak nya september besok ya bang!

      Hapus
  26. Makasih bang. Info nya sangat bermanfaat.
    Insya allah saya ada niatan awal semptember mau ke salak bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip bang semoga sukses pendakiannya ya!

      Hapus
  27. kalau gunung salak mau solo hiking bisa gak ya? Kalau beberapa gunung besar macem gunung gede sama semeru kan mesti minimal 3 orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minimal 3 orang juga mas via jalur resmi (Cidahu dan Pasir Reungit). Tapi kalo lewat Cimelati mungkin bisa solo. Tapi yakin mas? Rame-rame aja agak serr lho wkwk

      Hapus
  28. Mantep dah nih pengalaman gan Bayu.
    Ane juga punya Pengalaman ke salak tek tok 17 agustus kemarin nih via cimelati,trek nya nanjak terus licin.pijakan tinggi tinggi.jalur air banget dah klo ujan, beruntung pas itu cuaca lagi bagus bagusnya. Sumber air ada di pos 3, nah pos 3 ke pos 4 itu yang paling jauh wkwk, klo udah pos 3 udh lewat rasanya plong. sampe puncak pas mau turun mikir, naiknya aja perjuangan,turunnya pasti kaki yang dihajar habis habisan wkwk. Mana kaki kena kram pas turun, otot kaki udah kaya ketarik dan rasanya sakit ngebet.beruntung punya tim yg loyal. gabisa dilupain dah pengalaman kesalak. mampir juga gan ke blog ane klo berkenan thanks...

    BalasHapus
  29. nice share gan. salam kopi panas atas gunung :)

    BalasHapus
  30. Balasan
    1. good luck ya mba! semoga dikasih cuaca yg cerah selama pendakian

      Hapus
  31. salam...
    nanya nih... pnya kontak person ranger d pos cidahu g? kami rncana naik kamis ini n ad rncana mau sewa peralatan camping lgsg dsna aj. siapa tau ad. minim info soalnya.

    trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mas baru balas...ini mas nya yang ngehubungin saya via email ya?

      Hapus
  32. ane mau rencana berangkat 10 desember bang total 30 orang kira2 muat ga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muat2 aja bang, cuma perlu diperhatiin lagi koordinasi tim nya bang soalnya bawa orang banyak dan ini jalur juga lumayan yahut

      Hapus
  33. ada syarat buat pelajar gak mas buat dapet simaksi nya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kalo untuk pelajar harus ada surat keterangan dari orang tua aja gan

      Hapus
  34. Kemaren saya cuma baru sampai kawah ratu aja bro , jadi pengen kesitu lagi .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu baru 10% dari kesulitan Salak bang haha, boleh lah dicoba nanti Puncak Salak 1 dan Salak 2 nya

      Hapus
  35. boleh nih kapan 2 naik gunung salak . kelitaan nya menantang .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat menantang bang, monggo dicoba :D

      Hapus
  36. salam lestari bang! mau nanya kalo daki tektok enaknya start dari cidahu atau cimelati? naik jam brp? turun jam brp? o iya ada jasa porter ga disana? buat bos sy org asing.. thanks bang bro...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo tektok kayanya enak dari cimelati bang, dari cidahu tu jauh jalurnya bang. Enaknya si naik abis subuh bang biar turunnya gak kemaleman. Untuk porter dari jalur Cidahu atau Cimelati saya kurang paham bang, gak pernah pake jasa nya. Kalo tektok mah gausa pake porter bang.

      Hapus
  37. Rencana besok siang mau berangkat 5 org ksono

    BalasHapus
  38. bang kita2 dari malang ada rencana ke salah nih agustus besok, mohon infonya dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari Malang kalo ente naik kereta turun di Stasiun Jatinegara. Dari Jatinegara naik kereta jurusan Jatinegara - Bogor, turun di Bogor. Dari Stasiun Bogor naik angkot ke terminal Baranangsiang, cari bus/elf tujuan Sukabumi/Pelabuhan Ratu, nanti bilang ke kondekturnya turunin di pertigaan Cidahu. Dari situ ente bisa naek angkot atau sewa sampai di Pintu Masuk Salak 1.

      Hapus

Posting Komentar