Ultralight Hiking (pendakian tektok) Gunung Pangrango 3019 Mdpl

Rasa penasaran untuk menjajal gunung yang satu ini memang sudah mengganjal dari lama. Gunung yang satu ini merupakan gunung tertinggi kedua setelah Ciremai yang berada di Kuningan. Jarak yang sangat dekat dari rumah membuat saya ingin segera menjajalnya sebelum bulan puasa tiba dan penutupan yang sangat lama guna memperbaiki ekosistem dan pembenahan situs booking nya. Tetapi saya ingin mendaki gunung ini dengan cara yang beda. Ketika orang lain membawa carrier dengan beban yang berat ke gunung, saya dan teman saya yaitu Ines dan Tian sedang bosan dan ingin menjajal dengan cara yang baru. Yap akhirnya kami putuskan untuk melakukan pendakian Ultralight (tektok) mulai dari pagi hari hingga malam. Gunung yang penuh akan kedamaian dan ketenangan, tempat favorit Soe Hok Gie dalam menenangkan diri dari hiruk pikuk kehidupan, Gunung Pangrango 3019 Mdpl.




Rencana pendakian ini saya lakukan bersama dua teman saya yaitu Ines dan Tian hari Jumat tanggal 12 Juni 2015. Kamis malamnya sekitar jam 9 malam kita bertolak menuju Cibodas dari meeting point kita di Villa Pertiwi Depok dengan motor. Perjalanan lebih kurang 2 jam kami tiba di Cibodas dan langsung menuju warung makan guna istirahat untuk mempersiapkan fisik agar pendakian tektok esok harinya berjalan lancar sesuai rencana.

Jumat, 12 Juni 2015

Tepat jam 4 pagi kami bangun, udara yang dingin sangat menusuk kulit kami di mulai dengan solat subuh terlebih dahulu. Setelah solat, mengemil sedikit dengan roti dan pengecekan ulang, tepat jam 5 pagi kami berjalan dari warung makan menuju tempat pemeriksaan Cibodas. Karena ini pertamakalinya saya dan temen saya naik gunung Pangrango via Cibodas, alhasil awal-awal kami tersesat dulu, seharusnya belok kanan malah kita lurus. Untung ada orang yang ngasih tau kalo jalan yang seharusnya menuju gunung Gede/Pangrango adalah belok kanan. Maklum baru pertama kali ditambah mata masih siyep-siyep karena ngantuk. Sesampainya di pos pemeriksaan, dengan membawa daypack 25 liter saja kami start jam 5.30 untuk menuju Pangrango.

Skip ya cerita dari pos pemeriksaan ke Kandang Badak karena sudah terlalu banyak diulas di dunia maya, kami tiba di Kandang Badak jam 9 pagi, hanya membutuhkan waktu 2 setengah jam saja dari pos pemeriksaan menuju kandang badak. Sesampainya di Kandang Badak, kami memasak sarapan terlebih dahulu dengan bekal makanan yang kami bawa yaitu spagetti. Dari Kandang Badak, Gunung Pangrango sudah terlihat dan melihat punggungannya saja menandakan ini gunung treknya cukup terjal karena hanya membutuhkan waktu 2 jam perjalanan normal tanpa carrier menuju ke puncaknya.

Gunung Pangrango dari Telaga Biru




Setelah cukup sarapan dan istirahatnya, kami start melakukan perjalanan lagi langsung menuju Puncak Pangrango tanpa basa-basi tepat jam 11 siang. Kami melalui jalan tembus dari sumber air Kandang Badak untuk menuju jalur Pangrango dan tidak melewati pertigaan, cukup cepat tetapi juga cukup bahaya kalau tidak waspada. Jalur Pangrango emang ajip, beda sama gunung tetangganya yang jalurnya sangat ramah. Teknik lompat melompat, manjat memanjat, dan juga kejelian dalam melihat pita agar tidak tersesat akan terasah dalam melakukan pendakian menuju puncak Pangrango. Oh ya untuk jalurnya sendiri kita harus konsentrasi mengikuit pita merah putih, karena itulah petunjuk jalur menuju puncak. 

Jalurnya sendiri cukup terjal dan berat apabila membawa carrier. Kita saja yang membawa daypack cukup ngos-ngosan gimana yang membawa carrier ke atas. Kadang juga kalian akan menemukan tanjakan dimana dengkul akan bertemu dengan dada dan dahi, bahkan jalur yang sangat sempit, lembab, dan licin, luar biasa memang gunung satu ini.

Banyak sekali pohon tumbang sepanjang jalur




Jalurnya terus menanjak dan sangat licin jika hujan

Akarlah yang menjadi pegangan terkuat

Lo napa narsis nes...itu salah satu jalur sempit di Pangrango


Perjalanan yang cukup menguras tenaga akhirnya kami tiba di Puncak Pangrango jam 13.15 atau hanya memakan waktu 2 jam 15 menit saja. Puncak Pangrango pada saat itu sedang cerah-cerahnya, dengan jelas kami bisa melihat gunung tetangga yaitu Gunung Gede dengan gagahnya dan gumpalan-gumpalan awan yang sangat indah. Tetapi visual kami terhalang oleh vegetasi yang masih cukup rapat di puncak Pangrango. Karena itu, Gunung Pangrango sangat sepi dikunjungi pendaki karena puncaknya yang sangat rapat oleh vegetasi.

Gunung Gede terlihat jelas dari puncak

Touch Down Puncak!


Tujuan kami ke Pangrango tentu saja bukan puncak, tetapi menuju lembah yang sangat fenomenal dan terkenal dengan damainya suasana, tempat favorit Soe Hok Gie menenangkan diri dari hiruk pikuk kehidupan, yap tentu saja Lembah Kasih Mandalawangi Pangrango yang sayang sekali kalau kalian tidak mengunjungi nya.

Dari puncak, hanya butuh waktu 10 menit jalanan menurun dan langsung terhampar luas di depan kita lembah yang cukup luas. Mandalawangi memang tidak seluas Surya Kencana, tetapi kesunyian dan kedamaian disana cukup membuat gunung ini adalah sejatinya sebuah gunung. Di Mandalawangi saya pribadi tidur dulu sebentar karena capek dan temen saya berdua memasak spagetti untuk makan siang terlebih dahulu. Bangun tidur, selsai makan dan juga menunaikan ibadah solat, lets foto-foto mamen!

Mandalawangi!

Padatnya vegetasi Edelweis

Edelweisnya mekar, sempurna!


Damai rasanya di tempat seperti ini
Puas menikmati Mandalawangi yang sangat damai itu, tepat jam 3 sore kami melanjutkan perjalanan untuk turun kembali menuju Kandang Badak. Trek saat turun pun cukup curam tapi asal hati-hati, jalan turun akan terasa cepat. Karena kami turun agak lambat, sekitar jam 16.30 atau 1 jam 30 menit kami tiba di persimpangan. Istirahat sebentar kami terus melanjutkan perjalanan turun menuju Cibodas kembali. Akhirnya sekitar jam 7 malam kami tiba kembali di pos pemeriksaan. Turun cukup lama karena kami banyak berhenti mendengar kumandang Adzan Mahgrib dan kaki si Tian juga agak terkilir.

Oke kalau dikalkulasiin, waktu tempuh pendakian tektok yang saya lakukan adalah sebagai berikut

Naik :

Warung - Pos Pemeriksaan = 15 menit
Pos Pemeriksaan - Kandang Badak = 2 jam 30 menit
Kandang Badak - Puncak Pangrango = 2 jam 15 menit
Puncak Pangrango - Mandalawangi = 10 menit
Total = 5 jam 10 menit (istirahat tidak dihitung)

Turun

Mandalawangi - Puncak Pangrango = 15 menit
Puncak Pangrango - Pertigaan = 1 jam 15 menit
Pertigaan - Pos pemeriksaan = 2 jam 30 menit
Pos pemeriksaan - Warung = 15 menit
Total = 4 jam 15 menit (Istirahat tidak dihitung)

Ada beberapa tips dari saya bagi kalian yang mau melakukan ultralight hiking atau pendakian tektok salah satunya adalah Gunung Pangrango
  • Mulailah pendakaian di pagi hari agar kalian memiliki waktu banyak menikmati puncak terutama Mandalawangi nya
  • Bawa barang secukupnya dan terbatas seperti baju celana ganti, ponco, nesting, kompor, gas, air dll dan didistribusikan ke teman kalian secara merata
  • Bawa tas atau daypack yang ga lebih dari 30 liter. Inget kalian cuma mau naik tektok ga perlu bawa barang banyak dan berat.
  • Fisik pastinya harus kuat karena ritme perjalanan yang cepat dan pendeknya istirahat
  • Di Mandalawangi waktu itu sumber air sedang kering karena memasuki musim kemarau, jadi ambil air yang cukup untuk minum dan masak di Kandang Badak.
  • Selama pendakian menuju Puncak Pangrango, konsentrasi harus maksimal karena petunjuk jalur hanya berupa pita merah putih yang diikat di pohon. Waspada maksimal sangat diperlukan jika memang mulai pendakian menuju puncak pada malam hari.
  • Meskipun pendakian ini tergolong kilat, sampah tetap harus dibawa turun tanpa ada alasan apapun

Oke deh itu dia cerita pendakian tektok saya menuju Gunung Pangrango. Sejatinya pendakian Ultralight atau tektok ini banyak sekali pengalaman yang tak terduga dan pastinya sangat asyik dilakukan dengan teman atau siapa saja yang memang memiliki keterbatasan waktu atau ingin menantang batas diri sendiri. Teruslah bereksplorasi dan melangkah lebih jauh dan tinggi karena hidup itu asyik men! Jangan lupa bawa turun sampahmu dan salam lestari semua!

Komentar

  1. salam kenal bang
    membantu bgt ni postingnya
    pgn nyoba tektok jg soalnya

    BalasHapus
  2. kalau tektok mesti booking gan? sendiri bisa nggak gan? atau harus 3 orang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gan tetep harus booking dan sesuai dengan prosedur TNGP yaitu minimal 3 orang gan

      Hapus
  3. Kalo mau naik pangrango boking nya seminggu sebelum keberangkatan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksimal h-2 sebelum pendakian mas, tapi tergantung kuota juga ya

      Hapus
  4. Moment ini yg sy tggu2 tektok pangrango

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, asik juga kok tektok Pangrango ternyata

      Hapus

Posting Komentar