Pendakiann Gunung Gede 2958mdpl via Gunung Putri

Akhirnya setelah sekian lama saya tunggu-tunggu, dari tahun kemarin pengen naik gunung yang satu ini di tolak mulu, jual mahal banget asli pihak TNGPP, pada awal april tepatnya tanggal 3 April saya berhasil mendapatkan "hati" si gunung ini. Saya sendiri sebetulnya sadar, kok gunung yang jauh-jauh kaya gunung Sumbing maupun Lawu di jabanin, tapi yang deket banget sama rumah kok belum pernah. Jodoh dateng pasti dan tanggal 3 April pendakian saya menuju gunung yang kata orang-orang si mainstream buat anak Jabodetabek, tapi menurut saya ini adalah suatu yang luar biasa karena ini pertama kalinya saya mendaki gunung yang ada di Jawa Barat, yang keindahannya ga di ragukan lagi seperti di puncak dan lembah surya kencananya, Gunung Gede!





Jumat, 3 April 2015

Rumah saya pribadi ga bisa dibilang deket atau pun dibilang jauh ke gunung Gede. Kami beranggotakan 14 manusia dengan 2 orang cewe. Meeting point di basecamp MAC deket rumah saya dan juga rumah temen saya si koya dan poci tepatnya di Villa Pertiwi. Rencana memang rencana tetapi Tuhan lah yang memutuskan, kita seharusnya berangkat sehabis subuh, tetapi apadaya kami semua ketiduran dan mulai berangkat jam setengah 8 pagi.

Sebelum keberangkatan di basecamp MAC
Perjalanan yang di tempuh selama 2 jam akhirnya kami tiba terlebih dahulu di Cibodas guna mengambil simaksi, setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp Gunung Putri yang ga jauh dari Cibodas dengan kontur jalan yang offroad dengan menggunakan motor. Basecamp Gunung Putri lokasinya memang tersembunyi, berada di jalan antara istana Cipanas dan pasar Cipanas, udah ikuti jalur itu nanti belokan pertama ke kiri, ikutin deh jalur itu.

Sesampainya di Gunung Putri, kami memarkirkan motor dan makan siang di basecamp Haji Anwar. Dari basecamp sudah terlihat sangat jelas gunung Gede pasca hujan.
Penulis di Basecamp Haji Anwar Gunung Putri

Gunung Gede yang terlihat jelas pasca hujan

Beres packing ulang, makan siang dsb nya, tepat jam 11.45 kami melakukan pendakian dengan tujuan ngecamp di lembah terindah Surya Kencana. 10 menit pendakian kami tiba di pos pemeriksaan. Disini simaksi kalian akan di cek dengan menyertai fotokopi KTP juga. Setelah persyaratan administrasi selsai, kami di izinkan untuk naik. Perjalanan dari Pos pemeriksaan menuju pintu hutan (sebetuna kami) cukup memakan waktu 15 menit dengan melewati ladang milik warga, kontur nyaman dan menyebrangi sungai terlebih dahulu. Sebelum masuk ke hutan, kami melaksanakan ritual yang biasa di lakukan oleh pendaki lainnya, yaitu berdoa.

Perjalanan melewati ladang warga dari pos pemeriksaan

melewati jembatan
Berdoa dulu biar berkah

Pendakian dari start point berdoa menuju hutan sudah mulai menanjak. Memang jalur putri memang terkenal dengan terjalnya medan tetapi lebih cepat dan langsung bertemu dengan surya kencana nantinya. Penulis sendiri pun gatau selama perjalanan sudah sampai di pos berapa, sebab tidak ada tulisan pos nya dan hanya terdapat saung-saung untuk duduk maupun berteduh. Setelah memasuki hutan yang treknya cukup menguras tenaga, perjalanan selama 45 menit kami tiba di Pos Legok Leunca atau kalo diartiin pos selamat datang.

Setibanya di pos selamat datang, cuaca mendadak bergemuruh dan petir menyaut satu sama lain. Ga lama, byuur, hujan yang cukup deras pun turun. Kami tidak berfikiran untuk berteduh sebab cuaca sangat dingin. Kami memaki jas hujan dengan cepat di pos Legok Leunca dan melanjutkan perjalanan dengan tujuan surya kencana.

Mulai memasuki hutan

Hutan yang rapat khas Gunung Jawa Barat

Trek yang terus menanjak hingga surya kencana

Cuaca yang tiba-tiba buruk

Tiba di Pos Legok Leunca

Hujan yang semakin deras tetep kami lalui sama-sama, jalur yang seperti kobangan penuh dengan lumpur, air yang deres banget jatuh di jalur jadi uda kaya sungai menjadi tantangan sendiri bagi kami. Saat hujan belum berhenti, langkah kami pun juga tidak ikut berhenti sampai kami semua juga tidak tahu sudah sampai pos mana. Akhirnya tepat jam 3 lebih hujan pun reda dan kami pun terkejut karena sudah melewati shelter III dan sudah dekat dengan pos 3 atau pos terakhir sebelum surya kencana (kata temen saya yang pernah naik ke gede duluan).

Ternyata setelah hujan turun, jalur menjadi sangat becek dan sangat licin, ditambah trek yang terus menanjak tanpa henti. Setelah melewati kesulitan yang menggebu-gebu, kami tiba di pos 4 atau shelter V yang jaraknya sudah tidak jauh lagi dari surya kencana. Kami tiba disana jam 5 sore.

Trek yang licin dan becek

Nanjak teroooos
Bang Jale ngosh

Saya capek mending tidur aja sebentar
Akhirnya setelah perjalanan tepat 5 jam 45 menit dengan minim berhenti yang lama, tepat jam setengah 6 sore kami tiba di lembah yang sangat indah. Dari hutan yang sangat rapat ini tiba-tiba kami disuguhkan keindahan lembah yang menyimpan tanaman edelweis sangat banyak, bahkan luas dari lembah ini 4x dari GBK, akhirnya Surya Kencana!

Bagi kita yang naik dari gunung putri, maka surya kenca timurlah yang duluan kita capai. Jika dari cibodas, maka puncak dululah yang dicapai, dan jika dari selabintana, maka surya kencana barat lah yang dicapai. Setelah tim kami semua kumpul, kami mencari spot buat mendirikan tenda di surya kencana. Kami berjalan dahulu ke tengah atau titik 0 surya kencana agar tidak terlalu jauh ke puncak dan juga tidak terlalu jauh untuk turun karena kami turun via gunung putri lagi.

Sesampainya di titik 0km surya kencana, kami langsung mendirikan tenda, ganti baju karena basah hujan ketika naik, masak-masak dan lekas tidur!

Surya Kencana Timur nan indah


Sabtu, 4 April 2015

Rencana memang tinggalah rencana, mau muncak buat ngeluat sunrise di puncak gede ternyata kami semua baru kebangun jam 6 pagi karena lelah yang melanda. Bangun tidur pemandangan surya kencana sangat indah tiada duanya dari tenda kami. Bonusnya lagi pada saat itu, di tengah surya kencana terdapat aliran air yang biasanya kering kata temen saya, jadi sumber air sangat dekat dari tenda kami. Sebelum muncak, seperti biasa ritual kami yaitu masak untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah itu barulah kita mulai penanjakan untuk menuju puncak gede.

Surya kencana nan indah

Puncak Gede dibalik bukit itu

Sumber air


Masak-masak dahulu



Setelah proses masak memasak selsai, kami bergegas siap-siap untuk menuju puncak Gede. Cuaca pada saat itu cerah dan terkadang mendung terkadang cerah kembali, begitulah kesulitan kami untuk memprediksi cuaca di gunung Gede. Dari tempat camp kami menuju puncak di tembuh dalam waktu 45 menit saja dengan trek yang menanjak terus. Kami di bonuskan dengan tidak membawa carrier seperti orang-orang lain yang naik dari putri ataupun cibodas turun nya lewat cibodas. Perjalanan yang cukup melelahkan karena terus menanjak akhirnya kami tiba di puncak gunung Gede. Tetapi sayang pada saat itu puncak sedang dilanda kabut tebal, sehingga gunung Pangrango saja tidak terlihat sama sekali. Untungnya kami dimanjakan dengan indahnya kawah gede dan surya kencana yang sangat terlihat dari puncak.

Goes to summit

Menuju alun-alun surya kencana barat

Trek menuju puncak

Rapatnya hutan dan menanjak

Puncak!Kawah Gede pecah!

Kabut tebal di puncak Gede
Tenda-tenda di surya kencana dilihat dari puncak gede
Indahnya surya kencana

Puas menikmati keindahan puncak Gede, kami bergegas turun kembali ke tenda kami. Perjalanan turun tiba-tiba cuaca gelap dan berkabut tebal. Gerimis pun turun tetapi tidak deras sehingga kami tidak perlu memakai jas hujan. Sesampainya di tenda baru deh hujan turun dengan derasnya. Hingga kami menunggu sampai jam setengah 6 sore hujan baru berhenti, kami bergegas packing untuk turun kembali melalui jalur gunung putri.

Kami turun sekitar jam 6.15 sore (tepat mahgrib) melenceng dari rencana yaitu jam 5 sore kita turun. Hal itu disebabkan hujan deras yang terjadi di surya kencana dari jam 11 siang hingga jam setengah 6 sore. Kami turun melalui jalur putri lagi, jangan ditanya turunnya lebih enak daripada naik, licin parah dan rawan sekali terlebih hanya  rombongan kami saja yang turun pada malam itu. Perjalanan turun gajauh beda sama perjalanan naik, butuh waktu 5 jam sampai di basecamp Haji Anwar karena jalan yang sangat licin, becek, dan juga ada teman yang matanya agak terganggu di malam hari.

Sebelum sampai basecamp, ternyata pos pengawasan sudah tidak ada orang, padahal sebelumnya ada pendaki yang berpapasan dengan kami ingin naik keatas. Simaksi kami taroh saja dimeja karena sudah lelah dan ingin segera tidur di basecamp untuk persiapan pulang esok hari nya.

Ada beberapa tips dari saya bagi kalian khususnya bukan yang dari Jabodetabek jika ingin mendaki gunung Gede atau Pangrango ini 
  1. Usahain booking online di website http://booking.gedepangrango.org/ 1 bulan sebelum kalian mendaki. Ini gunung selalu rame kalo mendaki di hari-hari libur kayak sabtu minggu atau hari libur besar lainnya. Selebihnya ikutin aja prosedur yang ada di web tersebut, hingga data kalian di validasi oleh petugas TNGPP, tandanya anda sudah berhak untuk mendapatkan SIMAKSI
  2. Setelah data simaksi di validasi, kalian harus menukarkan data tersebut di Kantor TNGPP yang berada di Cibodas untuk ditukarkan dengan SIMAKSI. Ga peduli kalian naik dari cibodas, gunung putri, atau salabintana, kalian sebelumnya harus menukarkan data yang sudah di validasi ke kantor TNGPP di cibodas maksimal hari H pendakian.
  3. Jika kalian sudah menukarkan data yang sudah di validasi menjadi simaksi resmi tetapi ingin naik lewat putri, kalian bisa nyarter angkot dari cibodas atau bawa kendaraan kalian sampai basecamp gunung putri. Jalur menuju gunung putri seru-seru sedap, lumayan bisa ngebuat pelek bengkok.
  4. Jika kalian mau mendaki gunung Gede/Pangrango naik kendaraan umum, dari terminal Kampung Rambutan pilih bus Rambutan/Jakarta - Cianjur turun di depan gang Cibodas, dari gang ke pintu masuk cibodas naek angkot. Jika naik commuter turun di stasiun Bogor, naik angkot yang ke arah terminal Baranangsiang, nanti disana banyak angkot/elf yang ke arah Cianjur. Selebihnya ikuti sama kaya diatas.
  5. Jika kalian naik dari cibodas, maka puncak akan kalian gapai terlebih dahulu. Jika dari putri, maka alun-alun surya kencana timur, dan jika dari salabintana maka alun-alun surya kencana barat yang kalian gapai terlebih dahulu.
  6. Karena saya naik dari gunung putri, tidak ada SUMBER AIR selama pendakian dan jalur 98% MENANJAK dari basecamp hingga surya kencana. Sumber air hanya kalian temukan di surya kencana. Kalo beruntung, ada aliran di sepanjang surya kencana layaknya sungai (hanya tersedia jika musim penghujan). Jalur memang menanjak tanpa bonus, tetapi lebih cepat (tergantung fisik) dan endingnya akan di perlihatkan keindahan surya kencana yang tiada duanya.
  7. Persiapan fisik yang matang, jangan anggap gunung ini benar-benar ramah untuk pemula apalagi kalian naik dari gunung putri. Sudah banyak kejadian pendaki pemula/awam/sok tau yang meninggal sia-sia disana karena kedinginan, kecapean, dsb.
  8. Tetap agungkan prinsip "jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali gambar, dan jangan bunuh apapun kecuali waktu. Haram hukumnya kalian mengambil, merusak, dan memetik bunga Eldeweis yang memang sangat banyak terdapat di surya kencana
Oke deh cukup saja tulisan dari saya untuk sharing pengalaman mendakinya, selagi muda tetaplah bereksplorasi dan salam lestari semua!

Komentar

  1. keren banget tips tipny salam kenal..dari saya

    Jual Cream Jerawat Herbal

    BalasHapus
  2. yuk yg mau mampi kesalon kecantik atau mau beli cream pembersih jerawat klik aja :

    SALON KECANTIKAN MAMA DANIK

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Ida Farida Suryani3 September 2017 19.58

      Usia saya hampir 48 tahun

      Hapus
  4. Saya jadi takut mau naik. soalnya saya udah msk pala 5 usianya. gak jadi deh. katanya banyak yg mati

    BalasHapus
  5. Saya jadi takut mau naik. soalnya saya udah msk pala 5 usianya. gak jadi deh. katanya banyak yg mati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama mengikuti prosedur pendakian dasar dan latihan fisik teratur 2 minggu sebelum pendakian, insya Allah aman bahkan buat orang tua sekalipun *ini tips dari pendaki usia 60 tahunan yang saya temui saat mendaki Semeru :)

      Hapus
    2. Lebih banyak orang yg meninggal di atas tempat tidur om dri pada di atas gunung.

      Hapus
    3. haha meninggal kan soal takdir ya, gak kenal tempat dan waktu, jadi selama pendakian ya persiapkan diri sebaik-baiknya aja

      Hapus
  6. Wow... Makasih info nya kunjungi balik ya www.kreasitangan.com

    BalasHapus
  7. Wow... Makasih info nya kunjungi balik ya www.kreasitangan.com

    BalasHapus
  8. Ngebantu banget infonya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Anisa, sama-sama terimakasih juga sudah mampir dan baca blog saya ya :D

      Hapus
  9. bro kalo ga booking online berArti ga perlu ke kantor TNGP nya?
    trus jalur muncak dari jalur cibodas sama gn putri beda atau sama ya? trus lebih susah mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetep harus ke TNGP bro buat ngambil simaksinya, maksimal di hari H pendakian. Kalo dari Cibodas, ente nyampe puncak dulu, tapi kalo dari Putri, ente nyampe di Surya kencana dulu. Kalo menurut saya, Putri lebih susah soalnya nanjak terus tapi lebih cepet sampe surya kencananua dan jalurnya sangat bersahabat sama kaki. Kalo Cibodas itu jalurnya batu, panjang, tapi agak landai, trus dia nyampe puncak dulu baru turun lagi baru deh sampe surya kencana

      Hapus
    2. Mending lewat putri drpd cibodas, sy prnh lwt cibodas hmpr kekurangan logistik,, putri emg bershbt treking utk ke gede drpd cibodas,,

      Saran mending kalo daki lewat putri aj deh,, sy lintas cibodas-putri aj kekurangan logistik,,

      Hapus
  10. jalur putri letaknya dimana ya mas? masih di cianjur atau gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf baru saya balas, untuk letaknya berada di daerah Cipanas atau detailnya, pintu masuk menuju jalur gunung putri tepat di samping Istana Cipanas mas

      Hapus
  11. Muantap, TQ informasinya
    Santoso

    BalasHapus
  12. min pengurusan simaksi sekarang agak ribet apa engga.? harus dateng 2x apa 1x dateng urus simaksi langsung daki.? thanks..

    mampir juga blog ane buat pantau pendakian rinjani http://priyadidanu.blogspot.co.id/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga ribet kok bang, malah gampang banget sekarang. Sekali aja di hari H pendakian gapapa bang, tapi jangan lupa bawa lembar penukaran simaksinya, struk pembayaran simaksi, fotokopi KTP seluruh tim, surat kesehatan seluruh tim, sama materai 6000

      Hapus
    2. Surat kesehatan tim yg mengeluarkan pihak kesehatan tngp atau kita bawa/urus sesuai tempai tinggal?

      Hapus
    3. untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi http://www.gedepangrango.org/wp-content/uploads/2018/03/SOP-Pemeriksaan-Kesehatan-Concord.pdf

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Mkasih infonya
    Izin share gan
    https://pangrangoprint.blogspot.co.id/2017/01/jalur-pendakian-gede-pangrango-via.html

    BalasHapus
  15. Maaf gan mau tanya...kalau penukaran simaksi buka jam berapa ya. Terus apa angkot ke cibodas itu ready 24 jam, soalnya saya rencana mau berangkat malem dr jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penukaran baru buka jam 9 pagi gan. Kalo angkot 24 jam atau tidak, mohon maaf saya kurang paham gan

      Hapus
  16. sedih pas libur panjang kehabisan tiket untuk naik gunung gede pangrango, padahal udah ngumpulin teman tapi pas mau daftar online udah kehabisan tiket.... ada kah solusi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Solusinya harus menunggu di next trip mas, soalnya memang sisten pendakian di Gunung Gede Pangrango itu menggunakan sistem kuota layaknya tiket kereta dan pesawat

      Hapus
  17. Waduh.. Mantab bang pake kehujanan juga.. haha
    Thanks udah berbagi..

    Mampir juga ke catatan perjalanan saia sewaktu ke Gede: Dari Jogja Menuju Puncak Gede

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gede biangnya hujan bang haha. sip sip bang

      Hapus
  18. Apakah dari pintu masuk gn putri sampe ke surken ga ada air sama sekali mas?

    Klo kita naek dari cibodas kan sepanjang jalan kiri ada air yg mengalir. apakah klo kita masuk via gn putri tidak ada sama sekali?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mas, gak ada sumber air selama pendakian di jalur putri, baru ada air di surken yang deket puncak.

      Hapus
  19. Ijin share om, bagi bagi pengalaman aje
    http://kopac-adventure.com

    BalasHapus
  20. enak nih kalo lewat jalur gunung Putri, otomatis lewatin Surken sebelum mucak ke gede.
    btw ane buat tulisan nih tentang pendakian gunung gede pangrango, mampir yaa jangan lupa koreksi jika ada kesalahan info

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul bang emang lebih enak lewat surken buat naik ke gede

      Hapus
  21. info dong kawan, niatnya saya 6 orang tgl 8 0kt. 2017 mau nanjak ke gede via putri,
    dan kami semua adalah pendaki pemula, saya pernah 1 kali nanjak ke gede...itupun tahun 2007 (lupa lupa ingat),
    apakah pendakian via putri sudah ada jalurnya (takut tersesat) terima kasih infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mas baru saya balas, untuk jalur pendakian via putri Insya Allah sangat aman mas karena jalur sangat jelas dari bawah sampe Surya Kencananya

      Hapus
  22. Mantab gan . tulisan nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  23. Surya kencana gunung gede top banget dah

    BalasHapus

Posting Komentar