Pesona Keindahan Gunung Kidul yang Tiada Duanya (Air terjun Kedung Kandang, Embung Nglanggeran, dan Gunung Api purba)


Pesona yogyakarta memang tiada habisnya. Ada saja yang membuat daya tarik wisatawan untuk berkunjung kesana kembali. Padahal, sebelumnya wisatawan sudah ke yogya terlebih dahulu untuk menikmati baik budaya, kuliner, maupun alam nya. Tetapi tetap saja hal itu tidak akan puas dan menimbulkan rasa untuk kembali lagi. Perjalanan gue kali ini pada dasarnya mengantar orang tua ke rumah nenek yang berlokasi di tenggara kota Yogya, yaitu Gunung Kidul. Sesampainya disana gue mulai melakukan eksplorasi wisata alam Gunung Kidul yang belum pernah gue jamah. Yap istilahnya adalah gue "melarikan diri" dari rumah nenek dan malah kelayapan ga karuan selama 2 hari disana. Hati gue pun tertuju kepada pesona alam Gunung Kidul yang masih cukup asri, yaitu air terjun Kedung Kandang, gunung api purba, embung, pantai Sadranan, dan air terjun Sri Gethuk sebagai penutupnya.



Pagi hari tepat jam 8 pagi hari jumat 20 Februari 2015, gue bersama guide tour (sodara gue deng) mulai berangkat dari rumah nenek. Tujuan pertama adalah menuju ke air terjun Kedung Kandang. Air terjun Kedung Kandang masih satu kawasan dan satu jalan dengan embung Nglanggeran dan gunung api purba yang dimana lokasinya berada di daerah Nglanggeran. Dari rumah nenek gue di Semanu menuju Nglanggeran ditempuh lebih kurang 45 menit saja. Dari pertigaan Patuk, kalau dari arah gue belok kanan dan langsung ambil kiri, jangan ikutin jalan Patuk nya. Dari sana kontur jalan lumayan naik turun dengan bonus pemandangan gunung purba di depan mata. Spot pertama yang memang dapat dikunjungi terlebih dahulu adalah air terjun Kedung Kandang. 

Air terjun tersebut masih sangat asri dan memang belum lama hits dikalangan anak muda Yogya. Terdapat parkir motor dan mobil yang cukup terbatas, dari parkiran menuju air terjun kita harus mensusuri sawah dengan kontur trek bebatuan dan tanah sejauh lebih kurang 800 meter. Meskipun melelahkan karena trek yang masih cukup alami, hanya ada beberapa dibuat tangga oleh warga sekitar, kami tiba di air terjun Kedung Kandang yang unik ini. Gue pribadi baru pertama kali melihat air terjun seperti itu, pokoknya beda dari air terjun atau curug yang lain deh asli.
Turun bukit untuk menuju air terjun


Menyusuri persawahan warga
Kudu susur sungai juga lho
Akhirnya sampai, Kedung Kandang!

Disana kalau kalian mau berenang, sebetulnya bisa saja. Tetapi air nya ga begitu jernih dan cenderung keruh sepertinya cukup menikmati saja. Air terjun ini salah satu air terjun purba yang ada di Indonesia. Dapat terlihat dari jenis batuannya yang berada di sekitaran air terjun berdasarkan penuturan masyarakat sekitar. Setelah puas menikmati, kami bergegas pulang melalui jalur yang berbeda. Jalurnya cukup menantang karena harus naik dengan tali dan cukup membuat ngos-ngosan bagi kalian yang ga pernah olahraga. Sampai di parkiran motor kita langsung menuju embung yang ga jauh dari sini.

Lokasi embung Nglanggeran memang tidak jauh dari kedung kandang maupun dari gunung purba. Cukup 10 menit dari Kedung Kandang, kita sudah sampai di embung Nglanggeran. Disana kami hanya menikmati kolam yang sengaja diciptakan untuk membendung air guna kebutuhan masyarakat sekitar karena Gunung Kidul terkenak sebagai daerah yang cukup tandus. Pemandangan yang disuguhkan sungguh luar biasa, dimana kita bisa meilhat keindahan ciptaan manusia yaitu embungnya dengan latar pemandangan ciptaan Tuhan yaitu gunung api purba. Ketika melihat gunung purba dari embung, kaki saya pun sudah gatal untuk mencapai puncaknya.
 


Gunung purba sebagai latarnya


Puas menikmati embung, kami bergegas menuju gunung api purba. Tetapi sebelum mendaki, saya solat jumat terlebih dahulu di masjid dekat embung. Tepat jam 1 siang, kami berdua mendaki gunung yang tidak begitu tinggi tetapi memiliki pemandangan yang luar biasa di Yogyakarta, gunung yang sudah ada dari zaman purbakala seperti dalam pemberitaan, gunung api purba Nglanggeran!



Track menuju puncak bisa dibilang tidak begitu terjal tetapi menanjak terus dengan ada bonus beberapa saja. Jalur pendakian awal terbilang masih belum terjal. Jika kalian merasa lelah, masih ada saung-saung kecil yang dibuat untuk istirahat sejenak. Tidak lama kemudian jalur pendakian akan melewati jalan yang amat sempit diapit oleh dua batu besar, namanya adalah jalur sumpitan. Untuk pendaki yang membawa carrier atau mempunyai postur badan dibatas normal, akan sedikit mengalami kesulitan saat melewati jalur ini. Ketika melewatu jalur sumpitan, seakan-akan kita seperti berada di film "127 Hours" yang terdapat di celah-celah batu Grand Canyon.

Jalur pendakian awal

Saung untuk istirahat
Jalur sumpitan



Setelah melewati jalur sumpitan, jalur akan semakin menanjak tetapi tidak begitu terjal. Kita akan melewati kembali jalur seperti sumpitan yang cukup sempit. Lambat laun trek berubah menjadi bebatuan purba dengan kontur menanjak. Sebelum puncak, kalian akan menemukan petunjuk arah untuk mendirikan tenda. kalian bisa ngecamp bagi yang niat karena tersedia lahan yang cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda. Setelah mendaki selama 1 jam lamanya, akhirnya kami sampai di puncak gunung api purba dengan pemandangan yang luar biasa pastinya. Puncak gunung purba ada dua, yang puncak 1 menghadap ke arah kota Yogya dan terlihat jelas gunung Merapi jika cuaca mendukung. Puncak 2 adalah puncak yang paling populer karena dengan pemandangan gunung api purba lainnya dan terlihat embung Nglanggeran dibawah nya serta terlihat pemandangan yang sangat indah hutan pegunungan kidul.

Pemandangan puncak 1

Puncak 1
Pemandangan puncak 2
Puncak 2


Puas foto-foto dipuncak, kami segera bergegas turun. Jalur turun sebetulnya ada dua, yaitu melalui jalur pendakian awal yang untuk naik (melewati jalur sumpitan hingga sampai di parkiran motor) jalur ke 2 adalah jalur yang masih cukup alami dan akan tembus sampai di dekat pemukiman warga yang nantinya kalian harus berjalan ke parkiran lagi sejauh 100 meter saja. Kami memilih turun melalui jalur yang ke 2 karena ingin menikmati saja jalur yang berbeda.

Tips dari saya yang mau ke Nglanggeran untuk menikmati air terjun Kedung Kandang, embung Nglanggeran, dan gunung api purba adalah siapkan fisik. Perjalanan sebaiknya dimulai dari pagi dan berakhir sore hari jika kalian ingin menuntaskan 3 lokasi tersebut dalam waktu satu hari. Jika berniat ngecamp di puncak purba, sebetulnya ada sumber air di dekat puncak 2 tetapi kami saat itu tidak kesana, hanya melihat ada papan petunjuknya. Siapkan fisik untuk menuruni air terjun Kedung Kandang. Sebab jalur yang masih alami cenderung licin, jauh, dan terjal. Untuk embung sendiri kalian dapat memarkirkan kendaraan baik motor dan mobil di tempat parkir yang ga jauh dari embung. Kalian cukup naik tangga saja untuk menuju embung nya. Yang paling asik adalah menikmati air terjun Kedung Kandang terlebih dahulu, lalu ke embung, dan terakhir adalah gunung purba supaya feelnya lebih terasa.

Okelah cukup tulisan kali ini dari saya, semoga bermanfaat bagi kalian yang ingin berlibur kesana. Teruslah jelajahi negeri mu sendiri selagi kau muda, keep exploring dan salam lestari semua!









Komentar

  1. waw keren air terjun nya :)
    kapan-kapan bisa dtng ksini nih

    Paket Wisata Lombok
    Mutiara Lombok
    lombok property

    BalasHapus
  2. Jauh bgt tempatnya tp tiket masuknya murah :o
    Maaf sebelumnya numpang ngasih info nih, buat yang gamau repot masak waktu mau ngadain pesta/syukuran/resepsi pernikahan tapi tetep pengen nyicip makanan enak?
    kami dari Bu Mentik Catering and Wedding Organizer​ bisa loh menyediakan jasa catering dan paket pesta pernikahan.. makan dari kami dijamin fresh.. lezat.. halal.. dan tentunya tanpa vetsin.. langsung cek situs kami yuk.. http://www.bumentik.com

    Terimakasih.. :)

    BalasHapus
  3. Terakhir ke Embung Langgeran tahun lalu waktu belum musim penghujan. Itu luar biasa bagusnya supri deh. Semoga besok cerah biar bisa kesana lagi. Hehe... Thanks min sudah share. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah semoga dapet cuaca yang cerah dan pemandangan yang keren ya :)

      Hapus

Posting Komentar