Backpacker ke Banyuwangi The Sun Rise of Java !

Demi mengisi liburan kuliah gue yang kosong melompong dari pertengahan juni sampai awal september, awalnya gue bingung mau jalan kemana. Akhirnya browsing-browsing cari informasi dll, awalnya gue mau memutuskan ke Lombok. Cuma ah itu uda mainstream ditambah gue juga ga bisa liburan lama di pertengahan agustus. Ke Bali? lebih mainstream lagi sob. Usut punya usut akhirnya gue memutuskan, dengan niat sepenuh hati melancong ke ujung timur pulau jawa, ya The Sun Rise of Java Banyuwangi!
Ya betul sekali kota yang berada di ujung timur pulau jawa ini masih sangat minim pelancong dari Indonesia, lebih banyak bule nya dibanding orang kita. Ditambah katanya banyuwangi sekarang sedang bagus-bagusnya meningkatkan potensi pariwisatanya, makin menjadi niat gue menuju kesana.

Bermula 10 hari menjelang lebaran niat gue untuk ke banyuwangi, gue mengajak temen dari SMA yaitu si joyo. Dia juga mengajak temennya yaitu si weiby, dia uda kerja di petrokimia surabaya jadi agak susah juga. Uniknya waktu baru ngabarin niat gue ini, doi berdua langsung setuju dan hari itu juga kita beli tiket kereta menuju Banyuwangi via Yogyakarta (Gue dari jakarta transit dulu di yogya).
Tanpa ada persiapan seperti mereservasi penginapan, maupun menyewa motor. Kami hanya bermodalkan informasi dari aplikasi Banyuwangi Tourism yang dapat diunduh di Playstore.


Sabtu, 9 Agustus 2014

Akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Tapi ini baru permulaan gue jalan dari Jakarta menuju Yogyakarta naik kereta Bengawan dan bermalam di rumah si Joyo. Soalnya kalo gue naik progo, tau sendiri kereta jarak jauh sekarang sering telat, minimal setengah jam lah tapi lumayan bikin deg-degan kan dimana progo tiba di lempuyangan  jam 06.50 sedangkan kereta gue yang ke banyuwangi yaitu sritanjung jalan jam 06.20, cari aman gitu aja makanya. 

Minggu, 10 Agustus 2014

Tepat pukul setengah tujuh, gue dan joyo tiba si stasiun lempuyangan. Kereta kita sudah menanti di jalur 2 yang akan mengantar kita melancong menuju ujung timur pulau jawa. Gue uda mempersiapkan diri menerima pantat pegel karena perjalanan yang ditempuh +- 13 jam. 
Gue dan si joyo
Setelah kereta berangkat sekitar satu jam, si weiby nelpon kita ternyata dia ga bisa ikut soalnya cuti yang dia ajuin ga diterima. Oh shit men ternyata kita berdua doang yang melancong kesana. Yauda dari pada ga jadi ya tetep kita jalani, bodo amat dah orang mau bilang apa haha. Akhirnya setelah 13 jam perjalanan, kereta api sritanjung tiba di Stasiun Banyuwangi Baru pukul 20.30, telat setengah jam dari jadwal yang seharusnya pukul 20.00. Awalnya kita berdua mau tidur di stasiun tapi melihat stasiun yang sangat sepi akhirnya kami memutuskan mencari penginapan.
Stasiun Banyuwangi Baru
Perlu diketahui stasiun Banyuwangi Baru ini cukup jauh dari kota, sekitar 10 km jaraknya. Yang terdekat dari kota adalah stasiun Karangasem. Tetapi kami tetap memilih turun di Banyuwangi Baru biar keren aja gitu hehe. Jalan sedikit ke depan sudah sampai di tepi jalan raya utama Situbondo-Banyuwangi-Jember dan terlihat pelabuhan ASDP Ketapang, dekat sekali dengan Stasiun Banyuwangi Baru. Kami menyarter angkot cukup murah yaitu 30ribu sudah dibawa menuju kota dan berkeliling mencari penginapan yang murah di sekitar kota. Setelah sekian lama sampai hampir jam 10 malam, kami memutuskan menginap di Hotel Anda. Lokasinya sangat strategis karena dipinggir jalan raya utama Situbondo-Banyuwangi-jember dan tarif sewanya sangat murah yaitu 50ribu/malam sudah kamar mandi dalam. Untungnya, tempat tidur itu misah jadi alhamdulillah gue dan si joyo tidurnya pun beda ranjang.
Kami menyusun rencana dengan singkat, esok hari kita akan melancong ke pulau merah dan teluk hijau dan dini harinya kita menuju ke kawah ijen demi melihat blue fire yang hanya ada 2 di dunia.

Senin, 11 Agustus 2014

Pagi hari tepatnya pukul 05.30 kami bergegas check out dari Hotel Anda dengan tujuan akan bermalam nantinya di penginapan sekitar paltidung kawah ijen. Kami bergegas mencari tempat penyewaan motor, nanya kesana kemari masyarakat tidak ada yg tahu dan akhirnya kami mendapatkan tempatnya yaitu di dekat pasar Blambangan, sangat dekat dari Hotel Anda namanya Tripoli. Sewa motor perhari 75ribu untuk motor x-ride, ada yang 50rb yaitu mio gt tetapi sedang rusak. Yasudah kami menyewa X-ride yang jelas lebih enak dan cc juga cukup besar. Oh ya buat kalian yang ingin sewa motor di Banyuwangi, agak ribet memang soalnya selain KTP atau Sim A kalian yang ditahan, juga harus mendeposit uang jaminan sebesar 1 juta rupiah untuk satu motornya. Oleh karena itu, usahakan ATM kalian ada 1 juta ya suapaya bisa sewa motor, nanti kalo kita kembaliin motornya sesuai dengan waktunya, uang tersebut dikembalikan dengan utuh tanpa potongan 100 perak pun.
Kwitansi sewa motor
Penampakan motornya
Motor beserta kunci dan STNK, helm 2, dan jas hujan ponco siap menemani kami berdua melancong keajaiban banyuwangi ;). Sekitar jam setengah 9 pagi kami meluncur dari kota menuju pulau merah. Jalur menuju pulau merah sangat mudah yaitu jalan lurus saja menuju jember, nanti di sekitaran genteng atau jajag ada plang belok kiri menuju pulau merah. Waktu tempuh dari kota banyuwangi menuju pulau merah yaitu 2 jam perjalanan normal dengan kondisi jalan yang sangat mulus. Akhirnya tepat pukul setengah 11 kami tiba di pulau merah dengan membayar perorang 3ribu dan motor 2ribu, sudah bisa menikmati keindahan pantai pulau merah. Tapi sayang, kita ga bisa berenang soalnya ombak sedang besar, yasudah kita cukup menikmati sejenak lalu kita meneruskan menuju ke teluk hijau yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pulau merah.
Pulau Merah!
Panorama Pulau Merah
Sekitar jam 11 kami langsung meninggalkan pulau merah menuju teluk hijau. Waktu yang dibutuhkan dari pulau merah menuju teluk hijau sekitar 1 setengah jam perjalanan normal. Untuk menuju teluk hijau, setengah perjalanan sangat mulus sebab masih disekitaran pulau merah, tetapi ketika sudah memasuki wilayah PTPN XII jalan nya sudah tidak bersahabat, sangat menghambat kecepatan kami. Akhirnya setelah melewati jalan yang rusak itu kami tiba di gerbang Taman Nasional Meru Betiri. Ya memang teluk hijau letaknya di dalam Meru Betiri. Dengan membayar 5ribu perorang dan 5ribu satu motornya kami bergegas dari gerbang menuju teluk hijau. Jalanan semakin tidak bersahabat sebab jalanan menanjak dan sangat hancur. Kami saja khawatir motor ini akan kuat atau tidak tetapi untungnya kuat. Sampai di parkiran teluk hijau, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh +- 1 km turun menelusur hutan dan pesisir pantai batu. Berjalan sekitar 20 menit akhirnya kami tiba di salah satu surga yang tersembunyi di Banyuwangi, ya Teluk Hijau! Disana gue dan joyo memutuskan untuk berenang bersama pelancong lain dari surabaya. Pasirnya sangat lembut, putih, terdapat air terjun musiman tapi sayang ketika kami berkunjung air terjun tersebut tidak mengalir. Oh ya kalian harus hati-hati akan kehadiran monyet liar, waspada barang bawaan anda ya.

Gerbang Meru Betiri

Teluk Hijau dibalik bukit yang kecil
Akhirnya sampai juga!
Salah satu sudut teluk hijau
Air yang hijau menjadi cikal bakal nama teluk hijau
Wajib nyemplung broh
Setelah berlama-lama kita nyemplung, kami menyudahi untuk segera kembali menuju parkiran motor. Jangan harap ada tempat bilas di teluk hijau sebab pantai ini masih sangat alami jauh dari hiruk piruk manusia. Untuk bilas, kalian bisa di pos gerbang awal Meru Betiri waktu kalian bayar tiket masuk, terdapat kamar mandi yang memang khusus bagi wisatawan yang ingin bilas sehabis nyemplung menikmati deburan ombak teluk hijau.

Setelah bilas dan badan sudah terasa segar kembali, kami segera meninggalkan MeruBetiri menuju kota Banyuwangi untuk mempersiapkan diri menuju Kawah Ijen pada malam hari. Setiba nya di kota yaitu sekitar pukul 17.30 atau 2 jam setengah perjalanan, kami singgah terlebih dahulu di pom bensin untuk sekedar solat dan merelexkan badan. Sekitar jam 19.30 kita berdua bergegas menuju kawah ijen. Kawah ijen dapat ditempuh oleh 2 jalur, yaitu melalui Kota Banyuwangi dan Situbondo. Kita melalui kota memakan waktu +- 1 jam lebih dikit dengan kontur jalan yang cukup ekstrim. Terlebih ketika kami berdua sudah melewati daerah licin dan akan memasuki hutan, kabut turun dengan tebalnya, sangat tebal hinggal lampu motor kami hanya dapat menerangi dengan jarak pandang 1 meter saja. Ditambah ketika kami memasuki hutan, hujan turun sangat deras. Panik, takut, cemas, memang itu yang kami rasakan haha bayangkan ditengah hutan gelap gulita dan selama perjalanan tanjakan semua, tidak ada satu kendaraan pun di belakang atau di depan kami. Akhirnya mau tidak mau kami tetap menerobos hujan dengan jas ujan ponco. Ada salah satu tanjakan yang menurut gue horor, namanya adalah tanjakan "si erek-erek". Bukan main horornya, bayangkan tanjakan yang gak begitu curam tetapi panjang, diapit oleh tebing yang siap longsor kapan saja. Terlebih saat itu malam, hujan dan kabut tebal, kami hampir saja menabrak pohon yang kami kira itu jalan, ternyata belok. Setelah berjibaku dengan ganas nya hutan kawasan ijen, alhamdulillah kami tiba di paltuding. Saat itu kondisi paltuding masih cukup sepi, tetapi penginepan full. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur di warung pinggir jalan ditemani dengan dinginnya udara kawasan ijen yang kata orang sana sih minus 2 derajat.

Kami tidak tidur, tidur hanya beberapa menit disebabkan udara yang sangat menusuk. Lambat laun wisatawan datang dari berbagai penjuru dunia. Ya, 1% orang indonesia, 99% bule bro wkwk antara miris dan bangga. Akhirnya sekitar jam 2 pagi, kami bergegas untuk naik ke kawah ijen.

Selasa, 12 Agustus 2014

Untuk melihat fenomena Blue Fire dimana itu merupakan ikon dari kawah ijen, kalian harus naik minimal jam 2 atau setengah 3pagi karena Blue Fire akan hilang jika lebih dari jam 5. Waktu tempuh paltuding menuju kawah ijen sekitar 2 jam perjalanan dengan jarak 3 kilometer. Awal perjalanan sangat santai dan landai, 1.5 kilometer berikutnya baru deh jalur cukup berat dengan tanjakan curam dan jalan sedikit berpasir. Bahkan menurut kami, tanjakan tersebut +- 60 derajat kemiringannya. Sesampainya di pos penimbangan belerang, kami istirahat dan mengambil nafas dalam-dalam sebab selama perjalanan di medan berat sebelum pos, bau belerang sangat menusuk. Bagi yang tidak terbiasa seperti kami, hal itu akan membuat sedikit pusing dan lemas. Tetapi tidak apa-apa, itu normal. Istirahat 10 menit perjalanan dilanjutkan dengan medan yang masih sangat berat sekitar 300 meter. Setelah itu barulah jalan sudah cukup landai dengan mengitari punggung kawah ijen sekitar 800 meter. Setelah sampai dikawah ijen, kami bergegas ingin turun demi melihat blue fire yang memang sudah terlihat dari kejauhan. Kami diwajibkan untuk menyewa jasa guide karena memang jalur dari atas kawah menuju dasar kawah sangat curam dan sangat berbahaya. Dengan modal pendekatan seperti memberi rokok, ngobrol bareng bule, kami diantar dengan cuma-cuma kedasar kawah haha beruntung! Pas sudah sampai bawah, kami hanya bisa mengucapkan "subhanallah" berulang-ulang kali. Indah betul, betul sekali pemandangan yang ga bisa di dapat selain di kawah ijen. Tetapi kami tidak lama dibawah karena tebalnya asap belerang.

Blue Fire Kawah ijen!

Indah bukan?;) Subhanallah

Jalan menuju dasar kawah ijen

Diatas kawah ijen

Im feel freeeee

Terlihat gunung raung dari kejauhan
Puas, capek, dan rasa ngantuk berlebih, itulah yang kami rasakan. Tetapi semua terbayar dengan keajaiban kawah ijen yang sangat super menawan. Kami turun dari kawah sekitar jam 06.00 menuju paltidung, perjalanan turun hanya setengah jam karena kami lari. Sesampainya di paltidung, cuci muka, akhirnya kami bergegas pulang kembali menuju kota untuk menyewa penginepan agar istirahat. Sekitar jam 06.30 kami turun dan gak menyangka ternyata semalam kami bener-bener menembus hutan, cukup seram juga hutannya ditambah perjalanan pulang medan yang kami tempuh selalu turunan. Kami sempat meilhat tanjakan si erek-erek, sangat "wow" cuma sayang kami lupa untuk memotretnya. Setiba di kota sekitar jam 07.30, kita makan dulu di warung nasi dan mencari penginapan. Kami tetap memilih Hotel Anda karena murah dan letaknya strategis.

Oh ya ada beberapa tips dari kami jika kalian ke kawah ijen, jangan ikuti kesalahan kami. Usahakan datang lebih sore jika ingin menginap disana atau nenda karena disediakan lahan untuk pasang tenda, atau kalau perlu jam 1 pagi kalian baru jalan dari kota ke paltuding biar pas sampe langsung jalan menuju kawah. Dari polsek licin, kalian sudah pakai ponco terlebih dahulu, sebab di hutan selalu hujan mau musim hujan ataupun kemarau dan jika kalian ingin memakai ponco di tengah hutan, bisa dibayangkan gelap dan seremnya? Usahakan pakai sepatu gunung jika ingin menuju dasar kawah demi melihat blue fire, sendal kami jebol karena jalan berbatu, pasir dan curam. Pakai masker itu wajib!uap belerang selalu turun dan sangat menyengat. Usahakan motor yang anda pakai ber cc cukup besar, sebab jika cc sekitar 100-110, mau tidak mau temen kalian yang satu lagi harus turun karena tidak kuat menanjak di tanjakan si erek-erek. Jangan pendiem, ngobrol lah bareng guide atau bule meskipun bahasa inggris kalian acak-acakan, bisa jadi bule tersebut juga akan berbaik hati kepada anda seperti yang kami alami. Selalu dahulukan para penambang belerang, mereka jalan dengan cepat dan membawa beban yang sangat berat. Usahakan bawa permen jika kalian ngobrol dengan penambang belerang, kasihlah mereka permen maka mereka akan sangat baik diajak temen mengobrol. Dan yang terakhir pastinya adalah siapkan fisik dan mental.

Setelah istirahat dari jam 9, kami tidak sadar ternyata sudah jam 2 siang saja.Rencana kami yaitu mencicipi kuliner khas Banyuwangi. Pertama yang kami sambangi adalah pecel rawon. Rasanya enak, unik dengan harga yang cukup murah yaitu 10ribu. Terletak di jalur utama banyuwangi dengan tempat seperti pedagang emperan. Lalu lanjut mencicipi rujak soto. Buat gue pribadi, agak hambar rasanya tapi buat si joyo enak, selera masing-masing beda cuma lo harus mencicipi uniknya rujak yang dicampur sama kuah soto ini. Yang ketiga yaitu mencicipi nasi tempong. Nasa dengan lauk telur dadar, tempe tahu disiram sambal yang bikin di "tempong" (tempeleng). Pedesnya nampol bikin mata merem melek dibuatnya. Sebelum malam tiba, kami mencoba wisata yang dekat kota yaitu Pantai Boom. Sangat dekat sekali dari kota. Dari Pantai Boom kami dapat melihat pulau Bali di seberang, cukup indah juga ternyata pemandangan Pantai Boom meskipun terletak tidak jauh dari pusat kota.

Pecel Rawon

Rujak Soto

Nasi Tempong

Panorama Pantai Boom, Terlihat pulau Balo di seberang
Kumpulan tiket wisata

Setelah malam hari kami pun tidak sadar ternyata besok harus bergegas pulang. Tidak terasa liburan di Banyuwangi ini, sungguh sangat menawan dan luar biasa. Rencana yang berawal dari acara televisi akhirnya bisa terealisasikan oleh kami tanpa perencanaan matang sedikit pun. Wisata antara laut, hutan, dan gunung bersatu padu di banyuwangi. Lain waktu kami Insya Allah akan kembali lagi ke Banyuwangi untuk menuntaskan beberapa spot wisata yang belum kami kunjungi hari ini. Sekali lagi, Terimakasih Banyuwangi! Kalo orang bule yang gue kenal bilangnya "Thanks Banyuwangi, you're fucking damn cool!"


Komentar

  1. INFO SEWA MOTOR DI BANYUWANGI
    "MOTOCY" taxy motor & motorcycle rentals
    untuk pemesanan :
    082 143 968 770 - 081 934 720 770

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai alamat hotel anda dong hehe makasih :)

      Hapus
    2. Halo mba, alamat holtenya di Jl.Basuki Rachmad 37 deket pasar Banyuwangi kota

      Hapus
  2. Hallo, mas. Salam kenal :)

    Saya menemukan tulisan mas ketika saya sedang iseng mencari info backpacker ke Banyuwangi. Saya juga ingin sekali berkeliling Banyuwangi. Dari tempat-tempat wisata yang mas ceritakan di atas, saya baru pernah berkunjung ke Pantai Pulau Merah. Itu pun karena rumah ayah saya juga di kecamatan Pesanggaran. Yaa, saya orang Banyuwangi asli, tapi karena sejak kecil ikut orang tua merantau ke Bali, pengetahuan saya tentang wisata Banyuwangi sedikit sekali. Doakan saya bisa segera menyusul bermain-main ke sana, dan tidak malu lagi ketika teman-teman bule saya mengejek “Hi, Siska. Jangan mengaku orang Banyuwangi kalau tidak pernah ke Kawah Ijen.” :)

    fyi, di dekat Pantai Pulau Merah, mas bisa melihat Gunung Tumpang Pitu. Di sana ada tambang emas lho, mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya mba saya juga rencana mau kesana lagi di tahun ini. Banyak sekali tempat di Banyuwangi yang spektakuler yang belum saya jelajahi :)

      Hapus
  3. mau sewa motor di banyuwangi gak pake ribet deposit 1juta? cukup 300ribu aja BISA!! klik www.BanyuwangiAdventura.wordpress.com | sms/call aja 0878-5264-3796 Semoga membantu kawan2 yang Backpacking ke Banyuwangi :)

    Ayo Jelajahi Banyuwangi ^^

    BalasHapus
  4. Ternyata ada yang lebih oke silahkan kunjungi link http://www.backpackerindonesia.com/blog/69657 , lokasi depan stasiun karangasem (tokosubur)

    BalasHapus
  5. emg rencana ke banyuwangi lagi kapan kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah akhir agustus tahun ini :)

      Hapus
  6. mas aris akhir agustus mau kstu ?
    bareng tim saya aja mas insyaallah berangkatnya tanggal 14-18 agustus mas . dengan tujuan teluk ijo , kawah ijen , bali . biar tambah rame tambah banyak temen mas + irit pula biayanya :D
    nih pin saya mas 2698b520

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya rencana 20-28 agustus mas dengan tujuan awal baluran, lanjut ke bali (air terjun, pantai, blue lagoon), dan banyuwangi di akhirnya (pulau merah, teluk hijau, kawah ijen, dan jika ada sedikit rejeki mau ke pulau tabuhannya). Semoga kita bisa ngetrip bareng ala ala backpacker mas :D

      Hapus
  7. aku emak emak seksi (sekitar lima puluh kurang siji/satu), udah biasa sewa motor kalau backpakeran, tapi jadi mikir serem sekali ya ke ijen naik motor sendiri, rencana lib. sekolah ini bertiga dg anak remajaku mau eksplor banyuwangi..... serius recomended gak sih untuk emak-emak naik motor sendiri ? nanti anakku yg masih sma boncengan dg anak cewekku ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf baru bales...rekomended asal setelah ashar sudah jalan dari karangasem/kota Banyuwangi bu, selain masih terang juga masih ada motor atau mobil pengangkut sayur berkeliaran.

      Tapi kalo uda lewat mahgrib, jalurnya emesh emesh gimana gitu bu :D ngebelah hutan belantaran + dingin + ujan biasanya.

      saran aja kalau ibu mau sewa motor di banyuwangi lalu mau ke ijen, motor nya usahain yang minimal 125cc, soalnya jalur menuju paltuding cukup terjal

      Hapus
    2. Tks infonya,... jadi kl gitu nunggu malemnya mesti masuk homestay dulu ya.... apa nama penginapannya, mungkin bisa book dulu. Biaya guide lokal berapa ya ?

      Tks.

      Hapus
    3. Iya di Paltuding ada homestay tapi waktu saya kesana sudah penuh dan ga bisa booking dulu, siapa cepat dia dapat. Alternatif bisa tidur bawa tenda atau numpang di warung cuma dingin banget pastinya. Biaya guide buat menuju blue fire nya waktu itu 25rb/orang

      Hapus
  8. Assalammualaikum mas aris. Saya dyah mas dari surabaya. Gini loh aku sama temen2 ku 6 orang total cewek semua rencana mau ke banyuwangi bulan agustus tapi tanggal nya belum fix seh soalnya nunggu sidang skripsi dulu baru holiday hehehe, tapi mas aku cuman 3D/1N. Berangkat malam nyampek pagi langsung jalan jalan keliling pantai aja trus malam balik nyari hotel kuliner paginya langsung balik surabaya. Minta pendapat dong mas enaknya pantai apa aja yg bisa dikunjungi dalam sehari itu aja. Nyewa motor 3 mas. Soalnya pada nggak bisa nyetir mobil. Terimakasih 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru balas...wah saya juga insya Allah Juli abis lebaran mau ke Banyuwangi lagi :D. Kalo intenary saya sendiri, pantai yang mau saya tuju (termasuk rekomended) cuma Pantai Pulau Merah, Pantai Wediombo sama Pantai Teluk Hijau (GreenBay). Kalo mau lebih lagi, bisa dicoba pantai plengkung nya mba Dyah, tapi akses nya saya belum tahu

      Hapus
  9. Menarik om aku suka, tapi kalo ada rincian harganya mungkin makin menarik lagi om skalian buat ancang ancang kalo kesana 😇

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rincian detail (makan, akomodasi) atau seperti apa bang Adiel? Kalau kaya transport, tiket masuk wisata sudah cukup lengkap kurang lebih seperti postingan saya hehe

      Hapus
  10. mas saya mau gabung bs? gini rencana awal saya mau solo backpacker kesana, tp setelah baca artikel mas ini saya jd pengen gabung sm mas aja supaya ada temennya jg. bs minta line atau bbm?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas dari mana dan rencana mau kesana kapan? saya Insya Allah fix tanggal 25 Juli ke Probolinggo, Banyuwangi, dan Baluran. Line saya arista.bayu

      Hapus
  11. Saya mau ke Menjangan nih mas. Ada info penginapan daerah Ketapang yg rekomended? Baik harga maupun kebersihan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk penginapan di dekat pelabuhan ketapang ada mas, tapi saya belum pernah menginap disana

      Hapus
  12. Total biaya yg dikeluarkan berapa mas?itu berapa hari disana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo terimakasih sudah mampir ke blog saya, mas Adhi.

      Waktu itu total biaya ga sampe 600rb, uda semua akomodasi dan biaya makan. Saya di Banyuwangi 3 malam, mas Adhi

      Hapus
  13. Perjalanan yang menarik untuk dicoba.. ayo bagi temen-temen yang tertarik utk traveling, touring, backpacker activity gabung sama kita di bumitriloka.org.. dijamin seru...

    BalasHapus
  14. Perjalanan yang menarik untuk dicoba.. ayo bagi temen-temen yang tertarik utk traveling, touring, backpacker activity gabung sama kita di bumitriloka.org.. dijamin seru...

    BalasHapus
  15. Halo mas, guide untuk ke bluefire langsung ada atau pesan, gimana ya? Start naik bareng ke kawah ijen buat liat blue fire jam berapa rame nya? Kok kayanya horor gitu jalan 3km shubuh2 di kawah berdua, takut terpeleset atau lainnya soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mba Nita, sekarang untuk menuju bluefire sudah aman terkendali karena jalur yang jelas dan tinggal ikuti jalur yang tersedia, jadi sudah tidak ada guide kecuali penambang lokal. Untuk start pendakian favorit, lebih baik naik jam 2 pagi dan sudah ramai pengunjung pastinya karena pendakian memakan waktu 2-3 jam tergantung fisik dan blue fire akan hilang ketika jam 5 lebih.

      Hapus
  16. Makasih mas sudah sharing itinerary, Saya rencana mau backpacker kesana juga Awal Januari. Kalau boleh tahu, mas Arista pakai apa ya untuk tahu jalan dari Banyuwangi- Laut Merah - Teluk Hijau? Sekedar Google Map kah? atau dijalan ada penandanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu itu saya pakai gps masyarakat sekitar mas :D tapi gausa khawatir, sudah ada petunjuk ke pantai pulau merah dan teluk hijau, bahkan sudah ke detect oleh google maps.

      Hapus
  17. Mas arista,salam kenal saya winda.mas saya boleh minta referensi ga?
    Bulan maret 2016 saya mau ke kawah ijen,tp say cm ber2 sm teman saya,saya Dari Bali lalu ke banyuwangi untuk ke kawah ijen.kalau boleh saya mau minta referensi buat selama dibanyuwangi(baik sewa motor atau teman pemandu selama ke kawah ijennya) kalau mas g keberatan saya boleh minta pin bbm/WA mas,
    Ini no saya,083898959975 makasih banyak sebelumnya mas arista

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mba winda baru saya balas, untuk intenary, rencana mba winda di Banyuwangi berapa hari ya? Kalau mau tanya2 lebih bisa add WA saya mba 087887913641 :)

      Hapus
  18. Mas arista,salam kenal saya winda.mas saya boleh minta referensi ga?
    Bulan maret 2016 saya mau ke kawah ijen,tp say cm ber2 sm teman saya,saya Dari Bali lalu ke banyuwangi untuk ke kawah ijen.kalau boleh saya mau minta referensi buat selama dibanyuwangi(baik sewa motor atau teman pemandu selama ke kawah ijennya) kalau mas g keberatan saya boleh minta pin bbm/WA mas,
    Ini no saya,083898959975 makasih banyak sebelumnya mas arista

    BalasHapus
  19. mas saya mau tanya, beli tiket jogja-banyuwanginya di jakarta atau gmn??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk pembelian tiket jogja-banyuwangi waktu itu saya beli di Jakarta secara online :)

      Hapus
  20. Ada yg mau explore besok tgl 16. Kalo ada bisa bareng sy. Kalo ngga sy mau langsung nyebrang ke gilimanuk. Kalo ada yg minat email ke wiliamkaryawira@gmail.com

    Makasih ya mas Bayu buat infonya.. :D

    BalasHapus
  21. mas, kalo sekitar stasiun banyuwangi baru ada penginapan enggak ya?
    mohon arahannya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada, tapi ga sebanyak di kota kalau penginapan :)

      Hapus
  22. Terimakasih atas infonya.saya rencana jumat tgl 15 januari jam 11.30 berangkat dri stasiun senen nyampe di solo purwosari jam 20.45.
    Rencana brangkat ke banyuwangi hari minggu 17 januari jam 08.10, menuju stasiun banyuwangibaru.jam 21.15.
    Mau minta saranny.kira2 enakan langsung naek ke kawah ijen dulu apa ke bali dulu.untuk menghemat waktu.kira2 malem jam segitu masih ad angkot untuk ke pendakian apa ngk.,? Apa harus nunggu malem besoknya.
    Rencana di bali 1 hari 1 malem.

    BalasHapus
  23. Terimakasih atas infonya.saya rencana jumat tgl 15 januari jam 11.30 berangkat dri stasiun senen nyampe di solo purwosari jam 20.45.
    Rencana brangkat ke banyuwangi hari minggu 17 januari jam 08.10, menuju stasiun banyuwangibaru.jam 21.15.
    Mau minta saranny.kira2 enakan langsung naek ke kawah ijen dulu apa ke bali dulu.untuk menghemat waktu.kira2 malem jam segitu masih ad angkot untuk ke pendakian apa ngk.,? Apa harus nunggu malem besoknya.
    Rencana di bali 1 hari 1 malem.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo bang gopong, kalo saya si lebih baik ke Ijen dulu kalau kondisi fisik memang prima di hari itu juga. Buat ke Ijen, ente bisa turun di stasiun Karangasem, nanti di deket stasiun ada persewaan motor harian nya. Untuk angkutan umum ke Ijen itu ga ada mas, dulu ada pake truk belerang tapi sekarang kayanya uda ga bisa. Paginya setelah turun dari Ijen, bisa deh mas lanjutin perjalanannya ke Bali. Oh ya mas di deket stasiun Karangasem juga ada rumah singgah backpacker Banyuwangi loh, coba aja mampir dulu siapa tau bisa sharing cost sesama backpacker yang mau ke Ijen hari itu juga. Semoga infonya bermanfaat :)

      Hapus
  24. Hallo Kak Arista Bayu, Salam kenal Saya Ika Dari Jogja. Rencana Saya mau ke Banyuwangi dan ke Bali. Tapi Saya masih bingung untuk itinerary nya. Rencana Saya dari Jogja Pagi, enaknya naik kereta atau bus yaa dari Jogja? Tujuan Saya ke Ijen, Baluran, Teluk Ijo dan Pulau Merah.
    Semisal sampe st. Karangasem malam kemudian lanjut ke Ijen, Apakah ada transport menuju kesana ?

    BalasHapus
  25. Hallo mas. Perkenalkan saya nisa. Rencananya saya ingin trip ke banyuwangi tanggal 17/18 januari ini.saya boleh minta kontaknya untu tanya-tanya tentang referensi selama di banyuwangi? Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mba bisa add id line saya aja arista.bayu :)

      Hapus
  26. Mantap mas arista bayu. Gamau kalah ane mas, bulan maret ane jg mau nyicipin kawah ijen. Ane udh save no. Ente kalo ane nyasar mas arista bayu boleh jd direction kita yah.. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap bang Ferdy, nanti tanya-tanya aja boleh via whatsapp :D

      Hapus
  27. nyari barengan ke banyuwangi awal februari saya dari solo..no hp 085702032304 pin 5A222D69

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga sudah dapat barengan untuk jalan-jalan ke Banyuwangi nya ya :)

      Hapus
  28. btw mas..klo boleh tau abis berapa yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kisaran kasarnya sekitar 550ribu sudah dari rumah PP mba

      Hapus
  29. Kalau mendaki di kawah ijen, bisa pesan guide tidak sih mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau awal-awal sekitar tahun 2014, wajib pake guide mba, tapi kalo sekarang kayanya ga perlu mba soalnya jalur sudah jelas. Tapi kalau mba nya mau pesan guide, bisa kok mba, langsung aja pas beli tiket, mesen guide nya juga :)

      Hapus
  30. Mas Arista, selamat siang. Selain pantai dan kawah ijen ada destinasi lain gak ya? Seperti bukit buat kemah, atau spot baru gitu? Saya akan kebanyuwangi sore nanti rencana ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada banyak mas sebetulnya, kaya Kawah Wurung deket Ijen, Baluran, Blue Bay, Alas Purwo, tinggal mas nya aja ada cukup waktu buat menjelajahnya atau ngga :)

      Hapus
    2. Terimakasih mas bayu infonya. Apakah awal agustus ini ada yg berencana trip ke banyuwangi? Saya ingin trip kesana

      Hapus
    3. Terimakasih mas bayu infonya. Apakah awal agustus ini ada yg berencana trip ke banyuwangi? Saya ingin trip kesana

      Hapus
    4. sebetulnya saya ada rencana entah Agustus atau September, tepatnya ke kawah wurung sama blue bay nya mas

      Hapus
  31. Wah mas kalau diawal agustus saya boleh gabung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berkabar aja bang, bisa hubungin saya di kontak saya yo bang

      Hapus
  32. Mas Arista, tulisannya informatif banget. Saya rencananya mau backpacker sendiri atau maksimal berdua agustus ini. Saya boleh minta email Mas Arista untuk tanya2 lebih detail? Thank you in advance

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf sekali mba baru saya balas sekarang. Bisa hubungi saya via email aristabayu08@gmail.com atau via Line/WA di kolom Hubungi Saya ya

      Hapus
  33. menarik sekali artikelnya... sangat membatu untuk berwisata terutama backpacker.an..
    salam kenal dari outbound Malang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, semoga bermanfaat di lain waktu :)

      Hapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Wah,, artikelnya boleh juga nih. Kebetulan saya tgl 17 Agustus besok ada rencana ke banyuwangi kebetulan dapet tiket promo kereta eksekutif pp 17rb hehehhe, tapi bingung mau kemana selama jam kosong, jadwal kereta dari surabaya pagi jam 9 sd sana jam 3, lah tiket promo baliknya jam 10 malam, ada saran gak ya sekitaran jam 4 sore sd 9 malam saya harus kemana dan ngapain aja?? Dan kebetulan saya sendiri,,, wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah asem kau mas, saya nunggu promo itu dari tengah malem2 ga dapet2 hahaha :v. Kalau dari jam 4 sore sampai 9 malem aja nganggurnya, mending main2 aja di sekitaran kota Banyuwangi aja mas, kaya pantai Boom. Atau wisata kuliner, cobain deh nasi tempong yang rasanya kaya ditampol dan rujak soto yang cukup unik itu.

      Hapus
  36. Ijen memang luar biasa dengan fenomena bluefire yang sangat indah.. fenomena yang langka hanya ada dikawah ijen.. jangan lupa mampir ke tempat kami jka ke ijen bang https://ijentrails.com

    BalasHapus
  37. Balasan
    1. Kurang lebih sekitar 500 mba, sudah all in itu ya

      Hapus
  38. perjalanan brapa menit dari kota bang?

    BalasHapus
  39. menarik sekali. saya dan tman2 plan ke sana juga.. kira2 budget keseluruhan brapa ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mba :) untuk budget saat ini mungkin agak berbeda ya sama kayak waktu saya kesana. Siapin aja lebih kurang 500 mba buat traveling kesana, tapi itu diluar kereta Jakarta - Banyuwangi PP ya

      Hapus
  40. Dari kecamatan licin ke paltuding ada ojek gak ya? Kok kayaknya serem gitu kalo motoran sendiri ke paltuding.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ojek saya kurang paham mba, cuma kalo mau ikut bareng bisa ikut trip yang deket Stasiun Karangasem mba. Biasanya Rumah Singgah Mas Rahmat cukup sering ngadain trip ke Ijen

      Hapus

Posting Komentar